PRAMUKANEWS.ID – Pengurus dan anggota Satuan Karya Pramuka Pengawasan Obat dan Makanan (Saka POM) Bima mengikuti Sosialisasi Gerakan Aksi Kampanye 1000 Kader untuk Pangan Aman dan Sosialisasi Modernisasi Pelaporan Saka POM yang diselenggarakan oleh Pimpinan Saka POM Tingkat Nasional secara daring pada hari Selasa, 30 Juni 2026.
Kegiatan yang berlangsung melalui platform digital ini diikuti oleh unsur Ketua Majelis Pembimbing Saka (Mabisaka) POM, Pimpinan Saka POM, Pamong Saka POM, Instruktur Saka POM, serta anggota Saka POM Bima.
Sosialisasi ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat kapasitas organisasi sekaligus meningkatkan peran kader dalam mengedukasi masyarakat mengenai keamanan pangan.
Sosialisasi dilaksanakan sebagai langkah awal untuk menyukseskan dua agenda strategis Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), yakni pelaksanaan Gerakan Aksi Kampanye 1000 Kader untuk Pangan Aman serta penerapan sistem pelaporan Saka POM yang terdigitalisasi.
Kedua program tersebut diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pembinaan kader sekaligus memperluas jangkauan edukasi keamanan pangan kepada masyarakat melalui pendekatan yang lebih inovatif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Dalam sesi pertama, peserta memperoleh penjelasan mendalam mengenai Gerakan Aksi Kampanye 1000 Kader untuk Pangan Aman yang mengusung tema SAPA Budaya (Aksi Keamanan Pangan dengan Kekayaan Budaya).
Program ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya tingkat keamanan pangan di Indonesia yang ditandai dengan praktik higiene yang belum optimal, penggunaan bahan berbahaya pada pangan, masih terjadinya kasus keracunan pangan, serta tingginya angka penyakit bawaan pangan seperti diare. Kondisi tersebut menjadi tantangan yang perlu diatasi melalui edukasi yang lebih dekat dengan masyarakat
Melalui konsep SAPA Budaya, BPOM mendorong para kader untuk menyampaikan pesan-pesan keamanan pangan menggunakan bahasa daerah sebagai media komunikasi yang lebih mudah dipahami dan memiliki kedekatan emosional dengan masyarakat.
Indonesia yang memiliki lebih dari 700 bahasa daerah dipandang sebagai kekuatan sekaligus potensi besar dalam menyebarluaskan informasi keamanan pangan. Pendekatan ini diharapkan mampu menjadikan edukasi lebih efektif karena disampaikan menggunakan bahasa ibu yang akrab dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
Dalam sosialisasi tersebut juga dijelaskan bahwa Gerakan 1000 Kader untuk Pangan Aman akan berlangsung mulai 1 Juli hingga 31 Agustus 2026.
Seluruh kader didorong untuk menghasilkan berbagai produk konten edukatif sesuai ketentuan yang telah ditetapkan panitia sebagai bagian dari kampanye nasional keamanan pangan. Konten yang dihasilkan wajib bersifat edukatif, inspiratif, dan informatif dengan menggunakan produk dummy (buatan/tanpa merek) untuk keperluan ilustrasi, serta menggunakan teks Bahasa Indonesia sebagai pendamping bahasa daerah.
Selain memperoleh pemahaman mengenai strategi kampanye keamanan pangan, peserta juga mengikuti sosialisasi mengenai modernisasi sistem pelaporan Saka POM yang menjadi bagian dari transformasi digital organisasi.
Melalui sistem baru tersebut, proses pendataan, pelaporan, serta monitoring berbagai kegiatan Saka POM di seluruh Indonesia akan dilakukan secara terintegrasi melalui platform digital yang dikembangkan BPOM.
Transformasi digital ini sejalan dengan visi BPOM untuk membangun ekosistem Saka POM modern yang tidak lagi mengandalkan aktivitas lapangan murni dan sistem administrasi manual.
Era baru ini menempatkan anggota Saka POM sebagai kreator digital yang membangun personal branding melalui konten edukatif, dengan sentralisasi data real-time bebas human error.
Pada sesi ini dijelaskan bahwa aplikasi pelaporan menyediakan berbagai fitur yang dapat dimanfaatkan oleh Pimpinan Saka POM, di antaranya pelaporan rencana kerja, realisasi kegiatan, keikutsertaan dalam kegiatan nasional, penghargaan, jumlah pangkalan Saka POM, kegiatan rekrutmen, inovasi, pembinaan, data organisasi, hingga data pamong dan instruktur.
Sementara bagi anggota Saka POM tersedia fitur untuk melaporkan aktivitas krida, riwayat keikutsertaan dalam kegiatan, penghargaan, serta pencapaian Tanda Kecakapan Khusus (TKK).
Keikutsertaan Saka POM Bima dalam sosialisasi ini menunjukkan komitmen organisasi dalam mendukung program prioritas BPOM, baik di bidang pemberdayaan masyarakat maupun penguatan tata kelola organisasi berbasis digital.
Melalui pemahaman yang diperoleh, seluruh unsur pembina dan anggota diharapkan mampu mengimplementasikan program Gerakan 1000 Kader untuk Pangan Aman di wilayah Bima dengan menghasilkan berbagai inovasi edukasi yang kreatif, komunikatif, dan sesuai dengan karakteristik masyarakat setempat.
Anggota Pramuka Penegak dan Pandega kini beroperasi sebagai relawan tersertifikasi penyebar informasi valid dan penjaga keamanan pangan nasional. Saka POM hadir sebagai wadah pendidikan dan pembinaan generasi muda dalam bidang pengawasan obat dan makanan yang dibentuk melalui kerja sama BPOM dengan Gerakan Pramuka.
Kehadiran Saka POM merupakan langkah strategis untuk menyiapkan pemuda Indonesia sebagai agen perubahan (agent of change) yang peduli, kritis, dan berdaya guna dalam menjaga keamanan, mutu, dan manfaat obat serta makanan yang dikonsumsi masyarakat.
Di sisi lain, penerapan sistem pelaporan digital diharapkan dapat meningkatkan akuntabilitas, transparansi, serta kemudahan dalam mendokumentasikan seluruh aktivitas Saka POM.
Sistem ini juga menjadi instrumen penting bagi BPOM dalam memantau perkembangan organisasi, mengevaluasi pelaksanaan program kerja, sekaligus memberikan pembinaan yang lebih terarah kepada seluruh Pengurus dan Anggota Saka POM di Indonesia.
Dengan mengikuti sosialisasi tersebut, Saka POM Bima optimistis dapat berkontribusi lebih aktif dalam mendukung terwujudnya masyarakat yang cerdas memilih pangan yang aman, sekaligus memperkuat eksistensi organisasi melalui tata kelola yang modern, efektif, dan berbasis teknologi informasi.
Semangat kolaborasi antara BPOM, jajaran pembina, serta para anggota Saka POM diharapkan menjadi modal utama dalam menciptakan generasi muda yang mampu menjadi pelopor keamanan pangan dan agen perubahan di tengah masyarakat.
