PRAMUKANEWS.ID — Dalam rangkaian Bulan Bakti Pramuka, anggota Satuan Karya Pramuka Pengawasan Obat dan Makanan (Saka POM) Kota Bima menunjukkan peran aktifnya dengan ikut serta dalam kegiatan pengawasan keamanan produk kelautan dan perikanan di Pasar Amahami, Kamis, 13 Agustus 2026.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Balai Pengawas Obat dan Makanan (Balai POM) di Bima dan Stasiun Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (PPMHKP) Bima.
Para anggota Saka POM turut mendampingi petugas dalam proses pengambilan sampel dan pelaksanaan uji cepat terhadap sejumlah produk perikanan yang dijual di pasar tradisional tersebut.
Langkah ini diambil sebagai bentuk deteksi dini terhadap kemungkinan penggunaan bahan berbahaya, khususnya formalin, yang kerap disalahgunakan sebagai pengawet makanan.
Formalin merupakan zat kimia yang dilarang digunakan sebagai bahan tambahan pangan karena berisiko memicu gangguan kesehatan serius jika masuk ke dalam tubuh melalui konsumsi.
Oleh karena itu, pengawasan secara berkala menjadi penting guna melindungi masyarakat dari paparan bahan beracun tersebut.
Dari serangkaian uji cepat yang dilakukan terhadap sampel produk kelautan dan perikanan, seluruh sampel dinyatakan negatif mengandung formalin.
Meski demikian, hasil ini tidak dapat digeneralisasikan untuk seluruh produk yang ada di Pasar Amahami, melainkan hanya menjadi gambaran awal dari proses pengawasan yang dilakukan pada hari tersebut.
Bagi para anggota Saka POM, keterlibatan dalam kegiatan ini bukan sekadar tugas, melainkan pengalaman berharga yang memperkaya wawasan mereka tentang mekanisme pengawasan pangan di lapangan.
Mereka memperoleh pemahaman langsung mulai dari tahap identifikasi produk, prosedur pengambilan sampel, hingga teknis uji cepat kandungan formalin.
Pengalaman praktis ini diharapkan mampu melengkapi bekal pengetahuan yang selama ini diperoleh melalui pembinaan internal Saka POM. Lebih dari itu, kegiatan ini juga menjadi wahana bagi generasi muda untuk mengasah kepekaan sosial dan kepedulian terhadap isu kesehatan masyarakat.
Kepala Balai POM di Bima sekaligus Ketua Majelis Pembimbing Saka (Mabisaka) POM Kota Bima, Kak Adjis Sandjaya, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap antusiasme dan peran aktif para anggota Saka POM.
Menurutnya, Bulan Bakti Pramuka adalah momen strategis untuk menunjukkan bahwa Gerakan Pramuka mampu memberikan kontribusi nyata di tengah masyarakat.
“Kegiatan ini membuktikan bahwa Pramuka tidak hanya berhenti pada teori, tetapi juga aksi. Anggota Saka POM belajar langsung sambil mengabdi. Mereka melihat bagaimana pentingnya menjaga keamanan pangan dan melindungi konsumen,” ujar Kak Adjis.
Ia juga menambahkan bahwa pengalaman di lapangan akan memperkuat kepercayaan diri anggota Saka POM dalam menjalankan peran mereka ke depan, terutama sebagai agen perubahan di bidang keamanan obat dan makanan di lingkungan masing-masing.
“Semakin sering mereka terlibat, semakin matang kompetensi dan kepedulian mereka. Kami berharap mereka mampu mengedukasi teman sebaya, keluarga, dan masyarakat sekitar tentang pentingnya pangan yang aman dan sehat,” lanjutnya.
Kegiatan pengawasan di Pasar Amahami ini juga menjadi bukti penguatan sinergi antara Balai POM di Bima dan PPMHKP Bima. Kolaborasi lintas instansi dinilai penting mengingat keamanan pangan merupakan tanggung jawab kolektif yang membutuhkan peran serta semua pihak.
Pasar Amahami yang menjadi pusat aktivitas jual beli di Kota Bima dipilih sebagai lokasi strategis karena perannya yang sentral dalam distribusi bahan pangan. Pengawasan yang rutin dan melibatkan berbagai elemen diharapkan mampu memberikan rasa aman kepada masyarakat sebagai konsumen.
Tak hanya menjadi ajang pengawasan, kegiatan ini sekaligus mengirimkan pesan edukatif kepada masyarakat bahwa proses pengawasan pangan berjalan secara berkesinambungan.
Pemerintah menjalankan fungsi pengawasan, pedagang bertanggung jawab menyediakan produk layak konsumsi, dan masyarakat pun diminta menjadi konsumen cerdas yang selektif terhadap pangan yang dibeli.
Bagi anggota Saka POM Kota Bima, pengalaman ini menjadi bagian dari semangat “Belajar, Mengabdi, dan Menginspirasi.” Mereka tidak hanya memperoleh ilmu baru, tetapi juga berkontribusi langsung bagi masyarakat dan diharapkan mampu menginspirasi pemuda lainnya untuk ikut serta dalam menjaga kesehatan publik.
Melalui Bulan Bakti Pramuka, Saka POM Kota Bima membuktikan bahwa pengabdian dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk, tidak harus berskala besar, tetapi dimulai dari peran kecil yang berdampak nyata.
Keterlibatan dalam pengawasan produk perikanan ini menjadi bukti bahwa generasi muda siap mengambil peran strategis di bidang keamanan obat dan makanan.
Ke depan, kolaborasi antara Balai POM di Bima, PPMHKP Bima, dan Saka POM Kota Bima diharapkan semakin erat. Dengan sinergi yang terus dipupuk, upaya membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya pangan aman dapat dilakukan secara lebih masif dan berkelanjutan.
