PRAMUKANEWS.ID — Bertempat di GOR Desa Karangdinoyo, Sumberejo, Bojonegoro, Jawa Timur, Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Bojonegoro secara resmi membuka kegiatan Gelang Ajar Pembina Pramuka Koordinator Wilayah (Korwil) Timur Tahun 2026 pada Jumat, 23 Januari 2026.
Kegiatan yang mengusung tema “Ikhlas Bakti Bina Bangsa Berbudi Bawa Laksana” ini secara resmi dibuka oleh Ketua Kwarcab Bojonegoro yang juga merupakan Wakil Bupati Bojonegoro, Kak Nurul Azizah.
Pembukaan kegiatan ditandai dengan pemukulan gong sebagai simbol dimulainya seluruh rangkaian Gelang Ajar Pembina Pramuka Kwarcab Bojonegoro Tahun 2026.
Sebanyak 335 peserta mengikuti kegiatan ini, terdiri dari pembina Pramuka, Pramuka Siaga, dan Pramuka Penggalang yang berasal dari tujuh kecamatan wilayah timur Bojonegoro, yakni Sumberejo, Kepohbaru, Kedungadem, Baureno, Sugihwaras, Balen, dan Kanor.
Dalam sambutannya, Kak Nurul Azizah menegaskan bahwa Gerakan Pramuka memiliki peran strategis dalam mendukung program pembangunan daerah.
Sebagai Wakil Bupati Bojonegoro, ia menilai Gerakan Pramuka merupakan mitra penting pemerintah dalam membangun sumber daya manusia yang berkarakter dan berdaya saing.
“Gerakan Pramuka memiliki peran nyata dalam mendorong peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), penguatan ketahanan pangan, serta upaya penurunan angka stunting di Kabupaten Bojonegoro. Nilai-nilai kepramukaan harus diterapkan secara konkret dan berkelanjutan,” ujarnya.
Pihaknya juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Bojonegoro masih menghadapi sejumlah tantangan pembangunan yang membutuhkan kolaborasi semua pihak.
“Ke depan, kita masih memiliki pekerjaan rumah besar, mulai dari penurunan angka kemiskinan, peningkatan IPM, pertumbuhan ekonomi, pengurangan pengangguran, hingga penguatan konektivitas antarwilayah. Pramuka harus hadir sebagai bagian dari solusi pembangunan,” tegasnya.
Di bidang pendidikan, Kak Nurul Azizah menyoroti masih adanya anak-anak yang belum mengenyam pendidikan formal. Berdasarkan data tahun 2026, tercatat 4.123 anak di Kabupaten Bojonegoro belum bersekolah, baik karena putus sekolah maupun belum pernah bersekolah.
“Ini menjadi tanggung jawab kita bersama. Gugus depan Pramuka diharapkan ikut berperan aktif dalam pendampingan dan pembinaan,” jelasnya.
Sementara di sektor kesehatan, Kak Nurul Azizah menegaskan komitmen Pemkab Bojonegoro dalam menuntaskan kasus Tuberkulosis (TBC) pada tahun 2026.
“Seluruh Puskesmas dan tenaga kesehatan diminta memastikan pengobatan TBC dijalankan secara tuntas selama enam bulan. Masyarakat juga diimbau segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala,” katanya.
Selain itu, Pemkab Bojonegoro juga terus mendorong pemerataan akses listrik. Berdasarkan data terbaru, masih terdapat 771 rumah tangga yang belum memiliki sambungan listrik. Pemerintah meminta masyarakat melaporkan kondisi tersebut agar dapat segera ditindaklanjuti melalui Dinas Cipta Karya.
Dalam upaya penurunan angka kemiskinan, Pemkab Bojonegoro menerapkan Data Tunggal Sosial Ekonomi (DTSEn) yang ditandai dengan pemasangan stiker pada rumah penerima manfaat, guna memastikan bantuan sosial tepat sasaran dan transparan.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Gelang Ajar Korwil Timur 2026, yang juga Ketua Kwartir Ranting Sumberejo, Kak Sumaryanto, M.Pd, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan kualitas pembina Pramuka.
“Gelang Ajar ini menjadi sarana peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan wawasan pembina, sekaligus menyamakan pola pembinaan kepramukaan di wilayah timur Kwarcab Bojonegoro,” ujarnya.
Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum penguatan peran Pramuka dalam mencetak generasi muda Bojonegoro yang berkarakter unggul, mandiri, dan berdaya saing, sejalan dengan arah pembangunan daerah. **
