PRAMUKANEWS.ID — “Ah politik membosankan” atau “aku tidak mau mengikuti persoalan politik karena pramuka seharusnya tidak berpolitik” adalah kalimat yang sering terucap dari anggota muda (tak jarang juga di kalangan anggota dewasa) kita di Gerakan Pramuka.
Semakin terbukanya ruang informasi bagi seluruh kalangan melalui media sosial seperti Instagram, tik-tok, hingga x (twitter) membuka peluang bagi semua kalangan untuk mengakses informasi berkaitan dengan hal apapun, termasuk isu-isu politik yang berkembang di Indonesia.
Melalui laman berita Komisi Pemilihan Umum disebutkan setidaknya terdapat 55% (lima puluh lima persen) pemilih pada pemilu tahun 2024 lalu didominasi oleh gen-z.
Dari data tersebut, menunjukan bahwa Anggota Muda Gerakan Pramuka, terkhusus usia golongan penegak dan pandega (17 hingga 25 tahun) juga merupakan partisipan dalam penentuan masa depan negara ini.
Perlu kita sadari Bersama, bahwa slogan “pemuda adalah masa depan bangsa” bukan serta merta kalimat penyemangat belaka, melainkan sebuah gagasan nyata yang perlu direalisasikan.
Sebagai penentu masa depan, seharusnya sebagai anggota muda harus mengetahu bagaimana cara menentukan masa depan bangsa ini, dalam hal ini berarti anggota muda perlu mengikuti isu politik yang ada.
Maka berdasarkan pada realita yang terjadi di negara kita saat ini, sudah sepatutnya kita mulai mempelajari isu-isu politik di negara kita.
Dengan mempelajari isu-isu politik, kita akan belajar membaca situasi politik yang terjadi di Indonesia. Selain itu, Ketika kita sudah memahami bagaimana politik bekerja, setidaknya kita mampu memilah isu-isu yang beredar dengan objektif.
Perlu kita sadari bahwa pemberitaan isu-isu politik di sosial media tidaklah selalu membawa fakta saja, melainkan kerapkali ditambahi bumbu-bumbu subjektif (baik itu dilebih-lebihkan maupun di jelek-jelekan).
Maka sangatlah penting mempelajari politik beserta isunya agar kita sebagai anggota muda tidak hanya ikut-ikutan trend saja.
Mari kita menyelamatkan bangsa ini dengan satu langkah kecil, yakni belajar mengenai isu politik. Bukan sebagai usaha kita untuk berpolitik, namun sebagai usaha kita untuk membenahi bangsa ini.
Mengerti isu politik tidak akan membahayakan Gerakan Pramuka, justru ketika kita bisa.
