PRAMUKANEWS.ID — Satuan Karya Pramuka Pengawasan Obat dan Makanan (Saka POM) Kota Bima terus menunjukkan eksistensinya dalam memperkuat literasi kesehatan di kalangan generasi muda.
Sebagai langkah awal untuk mencetak kader pengawas muda di wilayah perkotaan, Saka POM Kota Bima melaksanakan kegiatan sosialisasi dalam rangka rekrutmen Anggota Saka POM Kota Bima Angkatan ke-1 pada hari Jumat, 8 Mei 2026.
Kegiatan strategis ini dipusatkan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN 2) Kota Bima, salah satu lembaga pendidikan unggulan yang memiliki basis anggota Pramuka yang aktif dan potensial.
Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi strategis yang telah dilakukan sebelumnya antara pimpinan Saka POM dengan Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Bima.
Fokus utama dari kegiatan ini adalah menjaring minat para anggota Pramuka Penegak Bantara dan Calon Bantara di MAN 2 Kota Bima untuk bergabung menjadi bagian dari garda terdepan pengawasan obat dan makanan.
Hadir memberikan materi secara langsung adalah Ketua Majelis Pembimbing Saka (Mabisaka) POM Kota Bima, Kak Adjis Sandjaya.
Dalam sesi utama yang bertajuk “Mengenal Saka POM”, Kak Adjis memaparkan secara komprehensif mengenai latar belakang berdirinya satuan karya ini serta urgensi peran Pramuka dalam membantu tugas Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM).
Dalam arahannya, Kak Adjis Sandjaya menekankan bahwa Saka POM bukan sekadar wadah untuk berkegiatan kepanduan biasa, melainkan sebuah instrumen penting untuk membekali siswa dengan kecakapan hidup (life skills) yang sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini.
Kak Adjis menjelaskan bahwa anggota Saka POM akan dilatih untuk memiliki kepekaan terhadap produk-produk yang beredar di sekitar mereka, terutama di lingkungan sekolah dan keluarga.
Melalui rekrutmen angkatan pertama ini, Kak Adjis mengundang adik-adik Penegak Bantara dan Calon Bantara di MAN 2 Kota Bima untuk mengambil peran aktif.
“Kita ingin membentuk karakter Pramuka yang cerdas, yang tidak hanya tahu cara berkemah, tetapi juga tahu cara memastikan makanan yang dikonsumsi teman-temannya bebas dari bahan berbahaya,” ujar Kak Adjis.
Sosialisasi ini juga memberikan gambaran mengenai tiga krida utama yang menjadi pilar pembelajaran di Saka POM, yaitu Krida Pemantauan Obat dan Makanan, Krida Pengujian Sederhana Obat dan Makanan, dan Krida Informasi Obat dan Makanan.
Para peserta diberikan penjelasan mengenai bagaimana nantinya mereka akan dibekali keterampilan teknis, seperti cara melakukan pemantauan label kemasan produk hingga teknik pengujian mandiri menggunakan alat uji cepat (rapid test kit).
Edukasi mengenai Cek KLIK (Cek Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa) juga menjadi poin penting yang disampaikan.
Dengan menguasai konsep ini, para calon anggota diharapkan dapat menjadi tutor sebaya bagi rekan-rekan mereka di sekolah, sehingga budaya konsumsi pangan aman dapat tercipta secara berkelanjutan di lingkungan MAN 2 Kota Bima.
Pelaksanaan rekrutmen ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara Balai POM di Bima dengan Gerakan Pramuka Kota Bima dalam memitigasi berbagai risiko kesehatan, termasuk pencegahan penyalahgunaan obat-obat tertentu yang marak di kalangan remaja.
Keterlibatan aktif siswa MAN 2 Kota Bima dipandang sebagai langkah awal yang sangat positif mengingat sekolah tersebut memiliki pengaruh besar dalam dinamika kesiswaan di Kota Bima.
Kegiatan sosialisasi diakhiri dengan diskusi interaktif di mana para peserta menunjukkan ketertarikan yang tinggi untuk mengikuti seleksi angkatan pertama.
Melalui semangat “Sinergi Kuat, Aksi Nyata”, Saka POM Kota Bima berkomitmen untuk terus mendampingi para kader muda ini agar menjadi pribadi yang bermanfaat bagi bangsa dan negara, khususnya dalam mengawal keamanan obat dan makanan bagi masyarakat Kota Bima.
