PRAMUKANEWS.ID — Keaktifan di organisasi seperti Gerakan Pramuka di sekolah bukan hanya untuk pengalaman leadership atau penguatan karakter saja. Hal ini terbukti dari apa yang dialami oleh Kak Talita Mendoza Gitarisca Sianipar, pramuka SMAN 2 Sidikalang.
Saat menunggu pengumuman Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026, Kak Talita sempat merasa terjebak dalam rasa pesimis sebelum akhirnya menemukan namanya terpampang di layar biru di hadapannya.
Sebagai siswa yang tinggal di rumah kos demi menempuh pendidikan di pusat kota, Kak Talita mengaku sempat dilingkupi pikiran negatif. Ia sempat menangis saat melihat beberapa rekannya mendapatkan hasil merah (tidak lulus), sebelum berani mengecek hasilnya sendiri.
Ketakutan akan kegagalan sempat menutup keyakinannya, mengingat program studi yang ia incar, Teknik Geologi di UPN Veteran Yogyakarta, dikenal memiliki tingkat persaingan yang sangat tinggi secara nasional.
“Saya menunggu sampai pukul 16.00 WIB untuk membuka hasil bersama teman-teman dekat. Di situ saya pasrah, hanya bisa berserah melalui doa Bapa Kami dan Salam Maria,” ujar Talita.
Akan tetapi ketegangan itu berakhir dengan sorak sorai kebahagiaan. Begitu sistem menampilkan tulisan “Selamat”, Talita kembali menangis—kali ini karena luapan rasa syukur.
Kabar bahagia itu langsung ia sampaikan melalui sambungan telepon kepada orang tua dan keluarganya di kampung halaman di Desa Perjuangan Lae Pinagar Bawah, Kabupaten Dairi yang turut menyambutnya dengan isak tangis bangga.
Keberhasilan Kak Talita menembus Fakultas Teknik tidak lepas dari peran aktifnya di Gerakan Pramuka. Selama menjadi siswa, ia tidak hanya fokus pada buku pelajaran, tetapi juga mengasah karakter melalui organisasi kepanduan tersebut.
Kak Talita mematahkan stigma yang menyebutkan bahwa Pramuka hanya cocok bagi siswa yang ingin mengejar karier sebagai aparat atau “angkatan”. Bagi Talita, Gerakan Pramuka merupakan laboratorium kedisiplinan dan keberanian yang meluaskan cara pandangnya terhadap masalah.
Sertifikat keaktifan dan prestasi di Gerakan Pramuka yang ia kumpulkan selama tiga tahun terbukti menjadi modal kuat dalam memperkokoh portofolionya di jalur SNBP.
Keberhasilannya masuk ke Teknik Geologi UPN Veteran Yogyakarta ini menjadi bukti nyata bahwa prestasi non-akademik di Gerakan Pramuka memiliki nilai tawar tinggi dalam seleksi masuk perguruan tinggi negeri.
Melalui pencapaian ini, Kak Talita memberikan pesan kuat kepada adik-adik kelasnya bahwa organisasi bukan penghalang untuk masuk ke fakultas teknik yang prestisius.
Pengalaman berorganisasi justru membentuk mentalitas yang tangguh bagi seorang calon mahasiswa. Kak Talita telah membuktikan bahwa kombinasi antara kerja keras di sekolah, dedikasi di Gerakan Pramuka, serta kekuatan doa adalah kunci utama untuk mengubah ketakutan menjadi perayaan kemenangan. **
