PramukaNewsPramukaNews
  • Home
  • Kwartir
    Kwartir
    Informasi terkini kabar dari Kwartir Gerakan Pramuka, baik Kwartir Nasional, Kwartir Daerah, Kwartir Cabang, dan Kwartir Ranting.
    Show More
    Top News
    Inilah Para Pengurus Kwarnas yang Diberhentikan Sebelum Masa Baktinya Berakhir
    March 8, 2023
    Belum Setahun Bertugas, Ka Pusinfo Kwarnas Undur Diri Karena Kesibukan Kerja
    March 5, 2023
    Gugusdepan Pangkalan SDN 3 Cingebul Lestarikan Permainan Tradisional Banyumas Lewat Kegiatan Pramuka
    February 22, 2025
    Latest News
    Pramuka Peduli Aceh Salurkan Bantuan Kemanusiaan kepada Korban Banjir
    December 3, 2025
    597 Peserta Meriahkan Pertapa Wiradaya XXXVII Tahun 2025 Kwarcab Bantul
    November 21, 2025
    Kwarran Purwojati Raih Prestasi di Festival Kehumasan Kendalisada 2025
    December 4, 2025
    Pramuka Aceh Gelar Dialogue for Peace, Kampanyekan Perdamaian Antar Umat Beragama
    November 3, 2025
  • Gugusdepan
    GugusdepanShow More
    Gudep SD Negeri 1 Piasa terima Penghargaan dari Kwarda Jateng Sebagai Tergiat 2 Lomba Gudep Mantap tahun 2025
    August 26, 2025
    Gudep Puspa Indah MIN 1 Rejang Lebong Ikuti Pembukaan SCRL 2025
    August 25, 2025
    Pembacaan Asmaul Husna dan Tausiah Jum’at, Kuatkan Ketaqwaan Murid SD Negeri 1 Mengangkang
    August 23, 2025
    SD Negeri 1 Piasa Kwarran Somagede, Tergiat 2 Lomba Gudep Mantap Tingkat Jateng 2025
    August 20, 2025
    MIN 1 Rejang Lebong Gelar Seleksi Pramuka dalam Rangka Persiapan SCRL 2025
    August 17, 2025
  • Saka-Sako
    Saka-SakoShow More
    Dari Desa Keli dan Risa, Anak Muda Bersuara untuk Obat dan Makanan Aman
    August 29, 2025
    Dari Pemuda untuk Masyarakat : Saka POM Bergerak di Desa Belo
    August 21, 2025
    Sako MTs Maarif NU 1 Lumbir Isi Liburan dengan Latihan Sandi
    July 1, 2025
    Pramuka Peduli: Api Membara Mengungkap Penyebab dan Pencegahan Kecelakaan Kebakaran
    June 14, 2025
    Pasukan Khusus Pramuka MIN 1 Rejang Lebong Jalani Pemusatan Pelatihan
    May 12, 2025
  • Materi
    MateriShow More
    30 Juli, Hari Ikrar Gerakan Pramuka: Latar Belakang, Isi dan Maknanya
    July 30, 2025
    Inilah Makna Tri Satya yang Menjadi Janji Seorang Pramuka
    June 4, 2024
    Aktif Membantu Pembina di Gugusdepan, Salah Satu Syarat Bisa Menjadi Pandega Garuda
    May 23, 2024
    Siapakah Andalan Pramuka?
    March 5, 2023
    Pergantian Pengurus Kwartir Menurut ART Gerakan Pramuka
    March 3, 2023
  • Opini
    OpiniShow More
    Pramuka Pensiun, Sebuah Kasta di Antara Mantan yang Mengaku Setia
    August 21, 2025
    Laode Syarif: Pimpinan Kwartir Harus Sosok yang Berintegritas dan Berjiwa Pramuka
    August 2, 2025
    Fakta Menarik tentang World Scout Scarf Day
    August 1, 2025
    Suramnya Wajah PADK sebagai Kader Utama Gerakan Pramuka
    June 14, 2025
    Kak Anis Ilahi Soroti Tiga Masalah Fundamental Gerakan Pramuka: Politisasi, Komodifikasi, dan Pseudo Education
    May 29, 2025
  • Event
    EventShow More
    Pendaftaran Dance Semaphore Online Tingkat Nasional 2025 Segera Dibuka, Siapkan Kreativitas dan Semangatmu
    July 21, 2025
    Ikuti Talkshow Friendship Day, Sahabat Virtual: Real atau Ilusi?
    July 20, 2025
    Eagle Summit 25 : Merajut Persatuan, Merawat Kebhinekaan, Mengatasi Tantangan
    May 20, 2025
    Terbuka untuk Penggalang se-Bogor Timur, STIT Fatahilah Cileungsi akan Menggelar Lomba Giat Pramuka Tahun 2025
    May 19, 2025
    MAN Bandung Barat Scout Competition 2025
    May 14, 2025
Reading: Cerita Ace, Berawal dari Pramuka Kini Jadi Koordinator Tagana Jateng
Share
Notification Show More
PramukaNewsPramukaNews
  • Home
  • Kwartir
  • Gugusdepan
  • Saka-Sako
  • Materi
  • Opini
  • Event
  • Home
  • Kwartir
  • Gugusdepan
  • Saka-Sako
  • Materi
  • Opini
  • Event
Have an existing account? Sign In
© 2024 PramukaNews. All Rights Reserved.
CabangProfil

Cerita Ace, Berawal dari Pramuka Kini Jadi Koordinator Tagana Jateng

Kak Pram
Kak Pram May 13, 2024 437 Views
Share
Dok. Pribadi
SHARE

BANYUMAS — Heriana Ady Chandra. Nama tersebut tidak asing lagi di kalangan relawan bencana di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Sejak awal 2000-an, pria yang akrab disapa Ace ini aktif dalam kegiatan kebencanaan. Selain itu, ia juga aktif dalam berbagai kegiatan kemanusiaan.

Setelah sempat menjadi Koordinator Taruna Siaga Bencana (Tagana) Banyumas, kini Ace yang berusia 41 tahun mengemban amanat sebagai Koordinator Tagana Jateng.

Perjalanan panjang Ace berawal dari Pramuka. Setelah lama berkecimpung di kegiatan kepanduan, pada tahun 2005 ia diminta untuk menjadi instruktur anggota baru Tagana Banyumas.

Dalam perjalanannya, tepatnya di tahun 2008, ia akhirnya resmi bergabung sebagai anggota tingkat muda Tagana Banyumas. Pada 2013 ia mendapat kenaikan tingkat menjadi anggota madya dan sejak 2019 berstatus anggota utama. Ace menjadi satu dari dua anggota Tagana tingkat utama di Jateng.

Berawal dari melihat evakuasi kecelakaan bus

Pria kelahiran 1983 ini menceritakan, ketertarikannya menjadi relawan bermula saat masih duduk di bangku SMA. Saat itu ia melihat sulitnya evakuasi korban kecelakaan bus yang terjun ke Sungai Serayu.

“Awalnya saya sempat dikabarkan menjadi korban dalam kecelakaan itu saat pulamg sekolah. Berhari-hari saya hanya bisa melihat proses evakuasi, tanpa bisa membantu. Dari situ saya mulai tertarik,” kata Ace saat ditemui, Sabtu (11/5/2024) Sejak saat itu, ia tergerak untuk menjadi relawan kebencanaan atau kemanusiaan.

Sejak di Pramuka hingga Tagana, ia telah bertugas di berbagai lokasi bencana. Sebut saja seperti tsunami Aceh, gempa Yogyakarta, erupsi Gunung Merapi, gempa Cianjur, kebakaran hutan Kalimantan, gempa Lombok dan lainnya.

Ace mendedikasikan hidupnya untuk kegiatan kemanusiaan. Bahkan saking banyaknya kegiatan, ia jarang pulang ke rumahnya di Rawalo, Kabupaten Banyumas. Ia selama ini lebih sering tidur di Posko Tagana atau Sekretariat Pramuka.

“Pernah suatu malam saya dan tim diminta untuk mengamankan sarang tawon di rumah warga. Waktu perjalanan pulang, ada kecelakaan dan diminta untuk mengevakuasi korban ke rumah sakit, korbannya meninggal,” tutur Ace.

Tak berhenti di situ, setelah ditangani di rumah sakit, ia diminta keluarga untuk sekalian mengantar korban ke rumah duka karena tak mampu membayar biaya mobil jenazah.

“Akhirnya kami baru bisa pulang larut malam. Padahal badan kami kotor semua, bau bensin juga karena habis mengamankan sarang tawon, pulangnya malah bawa jenazah,” kata Ace terkekeh mengingat peristiwa tersebut.

Ikhlas dalam bertugas

Ace mengaku, tidak mengharapkan imbalan saat membantu orang yang membutuhkan. Meskipun mendapat honor tak seberapa, ia ikhlas menjalankan tugasnya.

Ace mengatakan, anggota Tagana tidak menerima honor, tapi hanya tali asih dari Kementerian Sosial (Kemensos). Besarannya Rp 250.000 per bulan yang biasanya dirapel enam bulan sekali.

“Kalau dipikir-pikir tidak masuk akal (uang segitu untuk hidup). Jangankan untuk kesejahteraan, untuk kegiatan peningkatan kapasitas (anggota) juga kadang kesulitan,” kata Ace dengan senyum kecut.

Bahkan tidak jarang, ia harus mengeluarkan uang dari kantong pribadinya untuk dana talangan sebuah kegiatan, misal untuk operasional kegiatan SAR dan lainnya.

Namun ia meyakini, Tuhan membuka banyak pintu rejeki melalui jalan yang tidak disangka-sangka. Ace menyisihkan honor sebagai narasumber atau instruktur pelatihan untuk kehidupan sehari-hari.

“Ada saja jalan, rejeki selalu ada tanpa disangka-sangka. Saya sering jadi narasumber (pelatihan kebencanaan), instruktur, kkadang malah uangnya dipakai untuk nomboki kegiatan dulu,” ungkap Ace.

Ace juga meyakini prinsip tabur tuai. Siapa yang menabur kebaikan, maka akan memanen kebaikan pula.

“Rata-rata yang dibantu itu kan orang lagi kesusahan, maka semaksimal mungkin saya akan bantu orang itu, paling tidak bisa meringankan beban. Suatu saat pasti ada gantinya, kita akan memanen apa yang ditanam,” ucap Ace.

Harus berhenti sementara waktu…

Namun di tengah pengabdiannya ini, Ace terpaksa harus berhenti sementara waktu. Sebulan lalu, tepatnya seusai lebaran, ia divonis dokter menderita ginjal kronis.

Akibatnya, pria bertubuh gempal ini harus menjalani cuci darah dua minggu sekali di RST Wijayakusuma. Sebelum divonis ginjal kronis, Ace masih melakukan aktivitas seperti biasa.

Ia sempat bertugas saat banjir di Demak selama kurang lebih sepekan. Sepulang dari Demak, ia melanjutkan tugas bergabung dengan tim di Posko Induk Mudik Lebaran.

“Saya lebaran masih sempat pulang, keliling silaturahmi. Kemudian kembali ke posko, tiba-tiba badan saya lemas, sadar-sadar sudah di rumah sakit,” kata pria yang pernah mendapat juara harapan 2 Tagana teladan tingkat nasional ini.

Yang membuatnya kaget, saat itu dokter langsung menyuruh dia untuk melakukan cuci darah. Pasalnya, dari hasil tes laboratorium kandungan kreatinin dalam tubuhnya sangat tinggi.

Dia awalnya sempat ragu, bahkan menolak untuk melakukan cuci darah. Namun setelah diberi pemahaman, ia akhirnya bersedia menjalani cuci darah. Setiap hari Rabu dan Sabtu, ia diantar ambulans desa ke rumah sakit.

“Dulu saya pernah ngopeni orang antara jemput cuci darah, sekarang saya yang harus menjalani cuci darah,” ujar Ace.

Meski dalam kondisi demikian, Ace bertekat ke depan akan tetap melakukan kegiatan kemanusiaan. Saat ini ia sedang fokus menjalani pengobatan.

“Sekarang saya harus disiplin mengikuti perintah dokter. Kondisi ini tidak mengurangi semangat saya untuk terus berkiprah,” tegas Ace.

Namun Ace sadar setelah kondisinya membaik nanti, tidak bisa lagi melakukan aktivitas fisik yang berat. Ia butuh adaptasi dengan kondisinya.

Ketika sudah bisa menyesuaikan, saya akan kembali beraktivitas, tapi yang ringan, misal memberikan materi pelatihan, kegiatan yang menguras fisik dikurangi,” ucapnya.

Ace mengaku, kondisinya ini diakibatkan pola hidup yang tidak sehat ditambah aktivitas berat. Untuk itu, ia meminta rekan-rekannya untuk selalu menjaga kesehatan.

“Semoga dengan kejadian saya ini menjadi contoh bagi teman-teman, tetap menjalankan pola hidup sehat,” pesan Ace menutup obrolan.

Kirim informasi seputar aktivitas, kegiatan, agenda, pengumuman, dari gugusdepan, kwartir, saka, maupun sako, termasuk materi atau opini melalui tautan -->

Info Terkait

597 Peserta Meriahkan Pertapa Wiradaya XXXVII Tahun 2025 Kwarcab Bantul
Sekretaris Kwarcab Banyumas Lepas Kontingen Eagle Scout Awards Tahun 2025 Kwarda Jawa Tengah
Khidmat, 274 Pramuka Garuda Kwarcab Banyuwangi Resmi Dilantik

Kata Kunci:banyumasbencanajatengpramukapramukanewsrelawantagana
Penulis :Kompas.com

Previous Article Gandeng Rumah Milenials, DKC Jakarta Pusat Gelar MTalks : Jawab Keresahan Anak Muda dalam Mencari Kerja
Next Article Video Liputan Festival Pramuka Berprestasi Kota Pekalongan Tahun 2024
Leave a comment Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

20 − 8 =

Popular in Month

Kak Ahmad Rusdi Menerima Penghargaan International Service Award dari Presiden Singapura
Global 302 Views
Pramuka Peduli Aceh Salurkan Bantuan Kemanusiaan kepada Korban Banjir
Daerah 99 Views
Kwarran Purwojati Raih Prestasi di Festival Kehumasan Kendalisada 2025
Ranting 22 Views

Latest News

Pramuka Aceh Gelar Dialogue for Peace, Kampanyekan Perdamaian Antar Umat Beragama
November 3, 2025 Daerah 158 Views
Kader Tunas Pancasila Siap Budayakan Nilai-Nilai Pancasila dalam Kepemimpinan di Era Digital
October 29, 2025 Nasional 164 Views
Musda 2025 : Pesan Inspiratif Kamabida dan Terpilihnya Kak GKR Hayu sebagai Ketua Kwarda DIY Masa Bakti 2025-2030
October 12, 2025 Daerah 266 Views

Event

Pendaftaran Dance Semaphore Online Tingkat Nasional 2025 Segera Dibuka, Siapkan Kreativitas dan Semangatmu
July 21, 2025 535 Views
Ikuti Talkshow Friendship Day, Sahabat Virtual: Real atau Ilusi?
July 20, 2025 401 Views
Eagle Summit 25 : Merajut Persatuan, Merawat Kebhinekaan, Mengatasi Tantangan
May 20, 2025 430 Views
- Advertisement -
PramukaNewsPramukaNews
© 2025 PramukaNews. Beritanya Pramuka!
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?