PRAMUKANEWS.ID — Sebanyak 440 Pramuka Garuda Kwartir Ranting (Kwarran) Gerakan Pramuka Purworejo yang terdiri dari 313 Siaga dan 127 Penggalang resmi dilantik pada Kamis, 5 Februari 2026.
Pelantikan dilaksanakan dalam dua sesi. Sesi pertama pada pukul 08.00 sampai dengan 10.00 WIB kepada 313 Siaga, dilanjutkan sesi kedua pada pukul 10.00 sampai dengan 12.00 untuk 127 pramuka penggalang Garuda.
Wakil Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Purworejo Bidang Pembinaan Anggota Muda Kak Drs. H. Tamsir Marsudi Utomo, M.M. memimpin langsung prosesi pelantikan dan penyematan Tanda Pramuka Garuda.
Prosesi pelantikan ditandai dengan penandatanganan berita acara dan penyematan Tanda Pramuka Garuda dilanjutkan sungkeman kepada orang tua masing-masing untuk meminta doa restu agar dilimpahi keberkahan.
Kak Drs. H. Tamsir Marsudi Utomo, MM. dalam arahannya menekankan pentingnya menjaga nama baik dan mengamalkan Satya serta Darma Pramuka dalam kehidupan sehari-hari sebagai perwujudan individu yang berakhlak mulia.
“Pramuka Garuda merupakan tingkatan tertinggi pada setiap golongan Pramuka,” ujarnya.
Ia menyebutkan bahwa untuk mencapai tingkatan Pramuka Garuda, seorang anggota harus menyelesaikan Syarat Kecakapan Umum (SKU), Syarat Kecakapan Khusus (SKK), mendapatkan Tanda Kecakapan Khusus (TKK), serta menyusun portofolio sebagai bentuk penilaian akhir.
Setelah dilantik, seorang Pramuka Garuda memiliki tanggung jawab besar yang sesuai dengan janji Pramuka Garuda, di antaranya, menjaga nama baik pribadi dan kehormatan diri, meningkatkan kemampuan secara berkelanjutan, baik di bidang intelektual, spiritual, keterampilan, maupun karakter.
Selain itu juga menjadi suri teladan atau contoh yang baik bagi anggota Pramuka lainnya maupun teman-teman di lingkungan sekitar.
“Secara keseluruhan, pendidikan dan pelatihan kepramukaan bertujuan untuk membentuk individu yang berkarakter kuat dan berakhlak mulia,” pungkas Tamsir.
Sementara itu, Ketua Kwarran Purworejo, Kak Sugiyarti, M.Pd. dalam keterangannya menyebutkan bahwa menjadi Pramuka Garuda bukanlah perkara mudah. Dijelaskan bahwa peserta harus melewati tahapan panjang dan verifikasi ketat.
“Untuk mencapai tingkat ini, mereka harus menyelesaikan Syarat Kecakapan Umum (SKU) hingga tingkat tertinggi di golongannya. Siaga harus melampaui tingkat Mula, Bantu, dan Tata. Sedangkan Penggalang harus melewati Ramu, Rakit, dan Terap,” jelasnya.
Selain kecakapan teknis, para calon juga wajib menyusun portofolio yang berisi prestasi dan hasil karya. Dokumen tersebut telah diverifikasi secara ketat oleh Kwarran dan Kwarcab pada akhir Januari lalu di SD Purworejo.
Dibandingkan tahun sebelumnya, kata Sugiyarti, jumlah Pramuka Garuda di Kwarran Purworejo tahun ini mengalami peningkatan. Jika tahun lalu berada di angka sekitar 400-an, tahun ini melonjak menjadi 440 peserta. Pemkab Purworejo
“Hal ini menunjukkan antusiasme sekolah-sekolah di wilayah Purworejo dalam mencetak kader-kader unggul yang berkarakter,” ungkap Sugiyarti.
Setelah menyandang predikat “Pramuka Garuda”, para anggota diharapkan tidak hanya mahir secara teknis, tetapi juga menjadi suri teladan (role model) di lingkungannya.
“Pramuka Garuda adalah mereka yang memiliki kemampuan dan keterampilan lebih dari umumnya. Mereka harus lebih berkarakter, terampil, dan mampu memberikan contoh baik bagi teman-teman di sekolah maupun di lingkungan rumah,” tambah Sugiyarti. **
