PRAMUKANEWS.ID — Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) bersinergi dengan Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Daerah Istimewa Yogyakarta (Kwarda DIY) menggelar penguatan keselamatan berlalu lintas untuk pramuka pada Sabtu, 11 April 2026.
Integrasi edukasi keselamatan jalan raya ke dalam metode kepramukaan menjadi salah satu langkah nyata yang diselenggarakan dengan tujuan membangun budaya tertib lalu lintas sejak dini melalui pendekatan yang berkelanjutan.
Program tim Pengabdian UMY ini dirancang sebagai bentuk intervensi edukatif berbasis komunitas, kegiatan ini mengedepankan metode partisipatif serta praktik langsung di lapangan. Sebanyak 25 peserta mengikuti kegiatan ini melalui sosialisasi interaktif.
Menurut tim UMY, struktur hierarki dalam Pramuka, mulai dari tingkat Siaga, Penggalang, hingga Penegak, dinilai menjadi wadah ideal. Terlebih untuk menciptakan proses pembelajaran etika berlalu lintas yang berkesinambungan sesuai kelompok usia.
Anggota Pramuka, khusus di di DIY diharapkan tidak hanya memahami aturan secara teoritis. Namun, bisa menjadi pelopor keselamatan berkendara di lingkungan masyarakat.
Kak Tony K. Hariadi selaku Ketua Tim Pengabdian UMY dalam keterangannya menjelaskan bahwa angka kecelakaan lalu lintas di Yogyakarta masih tinggi. Mneurutnya, penyebab sebagian besarnya dipengaruhi oleh perilaku pengguna jalan.
Menyadari hal tersebut, edukasi etika lalu lintas melalui konsep defensive driving menjadi langkah strategis. Sebagai salah satu cara untuk meningkatkan pengetahuan sekaligus membentuk sikap berkendara yang aman.
Melalui pendekatan kepramukaan yang menekankan learning by doing, peserta tidak hanya memahami aturan lalu lintas secara teoritis, tetapi juga mempraktikkannya secara langsung. Hal tersebut merupakan salah satu unsur penting untuk membangun budaya keselamatan yang berkelanjutan.
Dari kegiatan ini didapatkan kenaikan skor pengetahuan lebih dari 20 persen berdasarkan hasil pre-test dan post-test. Diharapkan akan ada perubahan perilaku positif, seperti meningkatnya penggunaan helm standar dan kepatuhan terhadap rambu lalu lintas.
Kesadaran serta program yang dijalankan ini juga diharapkan dapat menciptakan efek berantai, di mana peserta menjadi agen perubahan yang menyebarkan kesadaran keselamatan lalu lintas di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat.
Tim pengabdian UMY juga berencana mengembangkan model edukasi ini secara lebih luas dengan melibatkan lebih banyak sekolah dan komunitas, serta memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk kepolisian dan pemerintah daerah. **
