PRAMUKANEWS.ID — Di era yang semakin maju saat ini, Gerakan Pramuka harus terus tampil sebagai garda terdepan dalam pembinaan karakter, penguatan nasionalisme, pengembangan keterampilan, serta penanaman nilai-nilai Pancasila dalam praktik kehidupan sehari-hari.
Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Kak Budi Waseso mengatakan hal ini saat pelaksanaan Rakernas Tahun 2026 yang berlangsung di Taman Rekreasi Wiladatika (TRW) Cibubur, Jakarta, 27 Januari 2026. Rakernas tahun ini mengusung tema Memantapkan Langkah Organisasi, Mendukung Swasembada Pangan, Menuju Indonesia Emas 2045.
Tema Rakernas 2026 ini sejalan dengan visi pembangunan nasional serta tantangan global, termasuk isu ketahanan pangan, perkembangan teknologi, dan dinamika sosial generasi muda.
Kak Budi Waseso dalam keterangannya mengatakan, dalam konteks pengabdian masyarakat, Gerakan Pramuka berperan aktif dalam penanggulangan bencana yang terjadi di sejumlah daerah, seperti Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Melalui jajaran kwartir, gugus depan, dan satuan tugas, Pramuka terlibat langsung dalam evakuasi, pendirian Posko, distribusi logistik, layanan dapur umum, hingga pendampingan psikososial.
“Nilai kesukarelawanan, gotong royong, dan kepedulian sosial bukan sekadar slogan, tetapi diwujudkan dalam aksi nyata saat bangsa menghadapi masa sulit,” tegasnya.
Ketua Kwarnas juga menyampaikan sejumlah program prioritas nasional Gerakan Pramuka tahun 2026, antara lain persiapan dan penyelenggaraan Jambore Nasional ke-12, peringatan Hari Pramuka ke-65, serta revisi Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka.
Selain itu, pengembangan kapasitas instruktur pangan, bimbingan teknis kewirausahaan, penguatan sinergi perguruan tinggi, penerbitan Jurnal Pramuka, Perkemahan Wirakarya Nasional, serta pengembangan database anggota dewasa terintegrasi.

Deputi Bidang Pelayanan Kepemudaan Kemenpora Kak Dr. Drs. Yohan, M.Si. yang turut hadir dalam Rakernas menyampaikan pesan Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir. Bahwa Gerakan Pramuka memiliki peran strategis sebagai jangkar moral dan agen perubahan di tengah tantangan global, seperti krisis iklim, ketahanan pangan, transisi energi, dan disrupsi teknologi.
“Pramuka harus hadir sebagai solusi. Tidak hanya mampu menanam, tetapi juga memahami teknologi pertanian, manajemen rantai pasok pangan, serta mampu menggerakkan masyarakat menuju kemandirian pangan di tingkat rumah tangga dan komunitas,” ujar Kak Yohan.
Ia menambahkan pada Rakernas 2026 Kemenpora menitipkan empat agenda strategis, yakni penguatan literasi digital dan teknologi, pengembangan wirausaha muda berbasis sektor kreatif dan agribisnis, penguatan peran Pramuka dalam mitigasi bencana dan perubahan iklim, serta peningkatan tata kelola organisasi yang transparan dan berbasis digital.
Rakernas 2026 diikuti oleh 365 peserta yang terdiri atas jajaran pimpinan Kwartir Nasional, Andalan Nasional, Lembaga Pendidikan Kader (LPK), pimpinan Satuan Karya (Saka) dan Satuan Komunitas (Sako) tingkat nasional, serta pimpinan dari 34 Kwartir Daerah seluruh Indonesia.
Melalui Rakernas, seluruh jajaran diharapkan dapat menyelaraskan visi, menyusun program kerja, serta memperkuat sinergi lintas kwartir agar Gerakan Pramuka tetap eksis, adaptif, dan berdampak nyata bagi masyarakat. **
