PRAMUKANEWS.ID — Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Yogyakarta turut serta dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) tahun 2026 Gerakan Pramuka Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Acara yang berlangsung di Ruang Aula Kaca, Kompleks Bumi Perkemahan Taman Tunas Wiguna Babarsari, Yogyakarta pada Sabtu, 28 Maret 2026 ini menjadi momentum untuk merumuskan arah kebijakan kepramukaan di wilayah DIY.
Delegasi Kwarcab Kota Yogyakarta dipimpin langsung oleh Ketua Kwarcab, Kak Heroe Poerwadi, M.A., dengan didampingi jajaran Pimpinan Kwarcab lainnya, yakni Kak Iskak, Kak Laelia, Kak Pramusinto, dan Kak A.W. Aji. Kehadiran ini merupakan bentuk komitmen penuh terhadap sinkronisasi program kerja di tingkat daerah.
Rakerda tahun ini diikuti oleh total 106 peserta, yang terdiri dari 76 utusan Kwarda DIY dan 30 utusan Kwarcab se-DIY. Mengawali kegiatan, seluruh peserta mengikuti sesi Silaturahmi dan Syawalan guna mempererat tali persaudaraan antar-anggota dewasa sebelum memasuki agenda persidangan yang padat.
Dalam sambutannya, Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka DIY, Kak GKR Hayu, menekankan pentingnya evaluasi tata organisasi dan kualitas pendidikan bagi peserta didik.
“Fokus utama kita adalah kualitas pendidikan yang diterima siswa, bagaimana kita meraih kepercayaan orang tua murid, serta bagaimana organisasi ini bisa mandiri. Kita mulai dengan kemandirian diri sendiri sebelum memperluas kontribusi untuk memperbaiki masa depan adik-adik kita,” tegas Kak GKR Hayu.
Pihaknya juga menyoroti pentingnya adaptasi organisasi di tengah dinamika awal tahun 2026 agar tetap produktif dalam mempersiapkan generasi muda yang tangguh.
Rakerda 2026 secara resmi dibuka oleh Ketua Majelis Pembimbing Daerah (KaMabida) DIY, Kak Sri Sultan Hamengku Buwono X, yang ditandai dengan penyerahan palu sidang kepada Ketua Kwarda DIY.
Dalam arahannya, Sultan HB X menekankan bahwa Pramuka bukan sekadar tempat belajar keterampilan dan disiplin, melainkan ruang pembentukan karakter kepemimpinan dan kepedulian sosial yang nyata.
Ia menginstruksikan agar transformasi Gerakan Pramuka diarahkan pada empat poin krusial, yaitu penguatan kemampuan digital, kepedulian terhadap lingkungan, penguatan wawasan kebangsaan yang inklusif, serta pengembangan kemandirian melalui kewirausahaan sosial.
“Kekuatan Gerakan Pramuka terletak pada karakter anggotanya. Nilai kejujuran, tanggung jawab, dan kepedulian harus terus ditingkatkan. Saya berharap Rakerda ini menjadi ruang evaluasi untuk menyepakati langkah konkret ke depan,” tegasnya.
Rakerda dilanjutkan dengan serangkaian Sidang Pleno dan Sidang Komisi yang membahas laporan program kerja 2025, rencana program tahun 2026-2027, hingga hasil Sidparda 2026.
Terdapat tiga komisi pada Rakerda 2026, yakni Komisi 1: Koordinasi Pimpinan Kwartir; Komisi 2: Penguatan Keanggotaan; serta Komisi 3: Penguatan Kelembagaan.
Seluruh hasil sidang komisi kemudian dipresentasikan dalam Sidang Pleno 2 untuk mendapatkan tanggapan dan disahkan sebagai rekomendasi aktual bagi kemajuan Gerakan Pramuka di DIY.
