PRAMUKANEWS.ID – Menjelang bulan suci Ramadhan, kesadaran akan keamanan pangan menjadi perhatian utama bagi masyarakat.
Untuk mendukung hal tersebut, para anggota Satuan Karya Pramuka Pengawasan Obat dan Makanan (Saka POM) Tulang Bawang melaksanakan edukasi tentang keamanan pangan di Pasar Pulung Kencana, Kabupaten Tulang Bawang Barat pada Kamis, (27/2/2025). Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada penjual dan pengunjung pasar mengenai pentingnya memilih pangan yang aman dan bebas dari bahan berbahaya.
Anggota Saka POM Tulang Bawang, Kak Ahmad Agung Kurniawan dan Kak An-Nisa Harva Amanda membagikan produk informasi berupa brosur terkait keamanan pangan kepada para pedagang dan pengunjung pasar.
Informasi tersebut berisi cara mengenali bahan pangan yang mengandung zat berbahaya seperti formalin, boraks, rhodamin b, dan metanil yellow yang kerap disalahgunakan dalam makanan.
Sosialisasi dilakukan secara langsung dengan pendekatan interaktif agar masyarakat lebih memahami risiko dari bahan berbahaya tersebut serta cara menghindarinya.
Tak hanya memberikan edukasi, anggota Saka POM Tulang Bawang bersama petugas Balai POM Tulang Bawang juga melakukan pengambilan sampel produk pangan yang dicurigai mengandung bahan berbahaya.
Sebanyak 22 sampel diambil dari berbagai jenis makanan yang dijual di pasar, seperti tahu, mi basah, kerupuk, dan jajanan pasar. Sampel tersebut kemudian diuji dengan metode uji cepat untuk mendeteksi adanya kandungan formalin, boraks, rhodamin b, dan metanil yellow.
Hasil uji cepat menunjukkan bahwa seluruh sampel yang diuji negatif dari bahan berbahaya. Hal ini menjadi kabar baik bagi masyarakat karena menunjukkan bahwa para pedagang di Pasar Pulung Kencana telah menjual bahan pangan yang aman untuk dikonsumsi.
“Kami sangat mengapresiasi hasil ini. Artinya, kesadaran pedagang dalam menyediakan makanan yang aman dan bebas dari bahan berbahaya sudah cukup baik,” ujar Kak Adjis Sandjaya, Ketua Mabisaka POM yang turut dalam kegiatan ini.
Para pedagang dan pengunjung pasar menyambut baik kegiatan ini. Seorang pedagang, Ibu Sari, mengungkapkan bahwa edukasi seperti ini sangat membantu mereka dalam memahami pentingnya menjaga kualitas makanan yang dijual.
“Saya jadi lebih tahu bagaimana memastikan produk yang saya jual benar-benar aman bagi pembeli,” ujarnya.
Dengan adanya kegiatan edukasi ini, diharapkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya keamanan pangan semakin meningkat.
Anggota Saka POM Tulang Bawang berkomitmen untuk terus melakukan kegiatan serupa di berbagai tempat agar lebih banyak orang yang memahami cara memilih dan mengonsumsi makanan yang aman, terutama menjelang dan pada saat Ramadhan, di mana permintaan terhadap bahan pangan meningkat pesat.
