PRAMUKANEWS.ID — Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Maluku Tenggara menggelar Jambore Cabang (Jamcab) tahun 2026 di halaman Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga, Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku.
Kegiatan yang mengusung tema Rekreatif, Adaptif, Produktif, Inovatif, dan Harmonis (RAPIH) ini diikuti perwakilan dari 15 gugus depan seluruh Kabupaten Maluku Tenggara.
Ketua panitia pelaksana, Kak Yos Rettobyaan, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini berlangsung selama empat hari, mulai 26 sampai dengan 29 Maret 2026, dengan sejumlah tujuan strategis.
Menurutnya, kegiatan ini juga bertujuan menambah pengetahuan dan keterampilan peserta sebagai bekal mengikuti Jambore Nasional Tahun 2026 di Cibubur, serta mendorong inovasi dan kreativitas Pramuka dalam bingkai budaya.
“Kegiatan ini juga diarahkan untuk mempererat persahabatan Pramuka Penggalang, memperkuat persatuan dan kesatuan, serta menumbuhkan jiwa kepemimpinan dan semangat patriotisme di kalangan peserta,” ujarnya.
Jamcab 2026 menghadirkan beragam kegiatan yang dibagi ke dalam beberapa zona pembinaan. Pada Zona Integritas, peserta mengikuti kegiatan kerohanian, upacara, olahraga, dan penguatan persaudaraan.
Zona Adventure diisi dengan camp craft dan Scout Rally, sedangkan Zona Pramuka Peduli difokuskan pada aksi kebersihan lingkungan dan manajemen sampah.
Kemudian ada Zona Budaya menampilkan permainan persaudaraan, karnaval, dan pentas seni budaya. Zona Pengetahuan memuat materi wawasan kepramukaan, etika, kesehatan, dan keselamatan.
Juga terdapat Zona Scouting Skill yang menjadi ruang penguatan keterampilan teknis seperti pioneering, semaphore, dan sandi Morse.

Kak Charlos Vhiali Rahantoknam, Wakil Bupati Maluku Tenggara yang turut hadir sekaligus membuka kegiatan menegaskan bahwa Gerakan Pramuka memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda.
“Pramuka adalah wadah pendidikan kepanduan di luar sekolah dan keluarga yang bertujuan membentuk watak, akhlak, dan budi pekerti luhur generasi muda dalam mencapai potensi spiritual, sosial, dan intelektual,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa Jamcab 2026 dipandang sebagai investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia. Selain itu, kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk menyiapkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter dan berdaya saing.
Lebih lanjut dalam sambutannya Kak Viali juga menyampaikan bahwa banyak pemimpin lahir dari proses panjang dalam organisasi kepramukaan.
“Pramuka melahirkan pimpinan-pimpinan yang luar biasa. Sebagian besar pejabat yang hadir dalam kegiatan ini merupakan mantan anggota Pramuka. Jadi manfaatnya sangat banyak,” katanya
Menurutnya jambore bukan sekadar kegiatan berkemah, tetapi bagian dari proses pendidikan nonformal yang membentuk kepribadian.
Melalui pengalaman langsung, peserta dilatih untuk mandiri, disiplin, bertanggung jawab, serta memiliki kemampuan memimpin dan dipimpin, kompetensi yang menjadi landasan kepemimpinan di masa depan.
“Saya doakan adik-adik yang berdiri di depan ini menjadi pimpinan-pimpinan hebat di Kabupaten Maluku Tenggara,” harapnya.
Kak Viali juga menyampaikan bahwa keberlanjutan gerakan Pramuka tidak terlepas dari dukungan ekosistem pendidikan. Peran sekolah, kepala sekolah, dan guru sangat penting sebagai motor penggerak pembinaan sejak dini agar nilai-nilai kepramukaan dapat tertanam secara konsisten.
Bagi pemerintah daerah, pendidikan karakter melalui Pramuka merupakan bagian dari strategi pembangunan jangka panjang. Dari ruang-ruang sederhana seperti perkemahan, diharapkan lahir generasi pemimpin yang mampu membawa Maluku Tenggara menuju arah pembangunan yang lebih maju, inklusif, dan berkelanjutan. **
