PRAMUKANEWS.ID — Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kepulauan Meranti, Kak Hj. Ismiatun menegaskan pentingnya adaptasi digital di lingkungan Gerakan Pramuka. Hal itu menurutnya merupakan salah satu upaya dalam menghadapi dinamika dan perkembangan zaman yang kian pesat.
Penegasan tersebut ia sampaikan saat melantik jajaran Majelis Pembimbing Ranting (Mabiran), Pengurus Kwartir Ranting (Kwarran), serta Lembaga Pemeriksa Keuangan (LPK) Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Tebingtinggi Masa Bakti 2025-2028.
Pelantikan berlangsung khidmat pada Selasa, 20 Januari 2026 di Aula Kantor Bupati Kepulauan Meranti, Selatpanjang, dan menjadi momentum penguatan organisasi kepramukaan di tingkat ranting.
Kak Ismiatun dalam arahannya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran pengurus sebelumnya atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan demi kemajuan Gerakan Pramuka di Tebingtinggi.
“Terima kasih atas pengabdian dan kerja keras pengurus sebelumnya. Fondasi organisasi yang telah dibangun semoga menjadi nilai ibadah dan membawa keberkahan bagi kita semua,” ujarnya.
Kepada pengurus yang baru dilantik, Kak Ismiatun menegaskan bahwa amanah dalam organisasi kepramukaan bukan sekadar jabatan struktural, melainkan tanggung jawab moral yang harus dijalankan dengan penuh integritas dan komitmen.
“Seluruh kebijakan dan kegiatan pendidikan kepramukaan wajib berpedoman pada AD/ART Gerakan Pramuka. Itulah ruh dan landasan utama dalam setiap langkah kita,” tegasnya.
Kak Ismiatun juga mengingatkan pentingnya pemahaman tugas pokok dan fungsi masing-masing unsur organisasi. Mabiran berperan sebagai pemberi dukungan moral dan materiil, Kwarran sebagai penggerak operasional pembinaan, serta Dewan Kerja Ranting (DKR) sebagai wadah kaderisasi kepemimpinan Pramuka Penegak dan Pandega.
“Bekerjalah secara kolektif dan kolegial, jangan sampai terjadi tumpang tindih tanggung jawab,” pesannya.
Lebih lanjut, Kak Ismiatun kemudian menekankan bahwa pendidikan karakter tetap menjadi prioritas utama dalam setiap proses pembinaan, dengan berpedoman pada kurikulum Syarat-syarat Kecakapan Umum (SKU) dan Syarat-syarat Kecakapan Khusus (SKK).
Ia juga meminta pengurus Kwarran yang baru untuk segera menggelar Rapat Kerja Ranting (Rakeran) guna menyusun program kerja yang terukur dan aplikatif.
Sejalan dengan tantangan era digital, Kak Ismiatun secara khusus menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi informasi dalam Gerakan Pramuka. Ia meminta agar Pramuka Tebingtinggi tidak boleh gagap teknologi.
“Manfaatkan media sosial dan platform digital untuk menyebarkan kegiatan positif dengan semangat Setiap Pramuka Adalah Pewarta,” ujarnya.
Selain itu, Kak Ismiatun juga mendorong revitalisasi Gugus Depan di sekolah-sekolah agar aktif dan terdaftar, serta mengajak Kwarran untuk hadir memberikan pendampingan nyata kepada para pembina di lapangan.
