PRAMUKANEWS.ID — Anggota Muda Gerakan Pramuka sudahlah pasti menjadi bagian dari tonggak-tonggak masa depan menuju visi Indonesia Emas 2045.
Kreativitas serta keterampilan kita sebagai salah satu tombak menuju masa depan tentulah sangat dibutuhkan demi terciptanya Indonesia Emas 2045.
Tentunya, visi Indonesia Emas 2045 ini tidaklah mudah untuk digapai. Hal tersebut terlihat dari isu politk-ekonomi nasional yang berkembang saat ini.
Melihat berbagai isu politik-ekonomi nasional yang berkembang saat ini, bukan suatu ketidakmungkinan lagi bahwa anak muda masa kini mengerti dan paham mengenai isu-isu yang terjadi di negara ini.
Jika kita terpaku pada “jangan kritik, itu ranah politik” atau “pramuka kan ga boleh berpolitik” atau “demi nama baik, kita tutup-tutupi saja”, lantas dimana peran kita sebagai anggota muda?
Melalui ruang-ruang publikasi yang terbuka lebar, sudah saatnya Anggota Muda Gerakan Pramuka untuk ‘melek’ akan isu-isu politik-ekonomi yang terjadi saat ini. Ide serta masukan kritis dari Anggota Muda sangat diperlukan demi menggapai Indonesia Emas 2045 nanti.
Dimulai dengan mengerti isu-isu politik-ekonomi nasional, Pramuka Muda mampu berkontribusi melalui ide-ide kritis.
Mengerti isu politik, bukan berarti berpolitik. Kritik bukanlah bentuk kebencian, melainkan bentuk kecintaan kita yang didasari dari harapan untuk menuju Indonesia yang lebih baik.
Akan lebih baik lagi jika kita mampu memanfaatkan wadah kita (Gerakan Pramuka) dalam upaya kita membangun negeri melalui program-program yang berdampak nyata, tidak hanya melalui program-program yang teranggarkan saja tanpa tujuan dan target manfaat yang tepat sasaran atau tidak sesuai dengan kebutuhan.
Dimulai dari langkah kecil ini, kita sudah membuktikan bahwa sebagai Pramuka Muda tidak hanya ‘numpang’ saja, namun juga turut berkontribusi dalam tercapainya Indonesia Emas 2045.
