PRAMUKANEWS.ID — Sebagai bentuk pendalaman edukasi tentang kebencanaan, sebanyak 25 anggota Pramuka MAN 2 Banda Aceh melaksanakan kunjungan edukatif ke Museum Tsunami pada Sabtu, 31 Januari 2026.
Kegiatan ini merupakan bagian dari tur pembelajaran kepramukaan yang menitikberatkan pada edukasi kebencanaan dan pemahaman sejarah tsunami Aceh 2004.
Dalam kunjungan tersebut, para peserta didampingi langsung oleh pembina Pramuka, Kak Khaidir Marzuki. Para Pramuka mengikuti rangkaian kunjungan dengan tertib dan antusias, menyusuri berbagai ruang pameran yang merekam dampak tsunami, proses penyelamatan korban, hingga fase pemulihan masyarakat pascabencana.
Melalui sajian visual, dokumentasi sejarah, dan narasi kebencanaan yang ditampilkan di Museum Tsunami Aceh, para Pramuka mendapatkan pemahaman komprehensif tentang pentingnya kesiapsiagaan bencana, mitigasi risiko, serta nilai-nilai kemanusiaan dan solidaritas sosial.
Kak Khaidir Marzuki dalam keterangannya menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi bagian penting dalam pendidikan karakter generasi muda, khususnya Pramuka.
Ia menjelaskan bahwa tujuan dari kunjungan ke Museum Tsunami ini adalah untuk menumbuhkan kesadaran Pramuka terhadap pentingnya pemahaman sejarah dan edukasi kebencanaan.
Menurutnya, Pramuka tidak hanya dituntut kuat secara fisik, tetapi juga memiliki pengetahuan, kepedulian, dan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana.
“Dari sini, adik-adik belajar menghargai sejarah, memahami risiko lingkungan, serta menumbuhkan empati dan tanggung jawab sosial,” ujar Kak Khaidir.
Lebih lanjut Kak Khaidir menambahkan, bahwa Museum Tsunami Aceh merupakan media pembelajaran yang efektif karena mengintegrasikan aspek sejarah, sains kebencanaan, dan nilai kemanusiaan dalam satu ruang edukatif.
Melalui kegiatan ini, Pramuka MAN 2 Banda Aceh diharapkan semakin tangguh, peduli, dan siap berperan aktif dalam upaya mitigasi serta penanggulangan bencana di tengah masyarakat. **
