PramukaNewsPramukaNews
  • Home
  • Kwartir
    Kwartir
    Informasi terkini kabar dari Kwartir Gerakan Pramuka, baik Kwartir Nasional, Kwartir Daerah, Kwartir Cabang, dan Kwartir Ranting.
    Show More
    Top News
    Belum Setahun Bertugas, Ka Pusinfo Kwarnas Undur Diri Karena Kesibukan Kerja
    March 5, 2023
    Gugusdepan Pangkalan SDN 3 Cingebul Lestarikan Permainan Tradisional Banyumas Lewat Kegiatan Pramuka
    February 22, 2025
    Pesta Siaga Kwarda Jateng 2024 Regional I Digelar di Pantai Karangjahe, Ajang Mengenalkan Wisata Lokal
    May 25, 2024
    Latest News
    Gebyar Hari Pramuka 2026 Hadir dengan Konsep One Day Scout Festival, Wujudkan Fun Scouting, Inspiring Future
    July 20, 2026
    Kwarcab Kota Yogyakarta Koordinasi Bersama Alamanda Production Bahas Sosialisasi Film “Pramuka”
    July 14, 2026
    Rencana Penyelenggaraan PDT Lustrum XI 2026 Rute Garis Imajiner Mendapat Apresiasi dan Dukungan dari Gubernur DIY
    July 6, 2026
    Kwarran Somagede Jalani Penilaian Lomba Kwarran Tergiat Tingkat Cabang Banyumas Tahun 2026
    July 1, 2026
  • Gugus Depan
    Gugus DepanShow More
    7 Calon Pramuka Garuda MTsN 6 Tabalong Ikuti Verifikasi Berkas dan Portofolio di Kwartir Cabang
    July 14, 2026
    Mantapkan Persiapan LT-II, Kontingen MTsN 6 Tabalong Gelar Rapat Koordinasi dan Agendakan Latihan Intensif
    July 5, 2026
    Kemah Pesisir Gudep Sekolah Tinggi Maritim Yogyakarta Perkuat Wawasan Bahari dan Kukuhkan Pramuka Pandega
    June 17, 2026
    Menuju Jamnas XII 2026: Ahmad Dafa Fhadillah, Penggalang MTsN 6 Tabalong Ikuti Pembekalan Lanjutan
    June 16, 2026
    Dua Utusan Gudep MTsN 6 Tabalong Ikuti ‘Ngobrol Bareng’ Virtual JOTA-JOTI 2026
    June 16, 2026
  • Saka-Sako
    Saka-SakoShow More
    Saka POM MAN 2 Kota Bima Wujudkan Darma Cinta Alam Lewat Aksi Penanaman Pohon
    July 18, 2026
    Perkuat Pengawasan Obat dan Makanan, Saka POM Kota Bima Rancang Program Strategis 2026
    July 1, 2026
    Saka POM Bima Ikuti Sosialisasi Gerakan 1000 Kader untuk Pangan Aman dan Modernisasi Pelaporan
    July 1, 2026
    Saka POM Pangkalan MAN 2 Kota Bima Ujung Tombak Edukasi dan Deklarasi Anti Narkoba di Peringatan HANI 2026
    July 1, 2026
    Saka POM Bima Bekali Peserta TC Jambore Nasional XII dengan Edukasi Keamanan Pangan
    June 25, 2026
  • Materi
    MateriShow More
    30 Juli, Hari Ikrar Gerakan Pramuka: Latar Belakang, Isi dan Maknanya
    August 1, 2025
    Inilah Makna Tri Satya yang Menjadi Janji Seorang Pramuka
    June 4, 2024
    Aktif Membantu Pembina di Gugusdepan, Salah Satu Syarat Bisa Menjadi Pandega Garuda
    May 23, 2024
    Siapakah Andalan Pramuka?
    May 22, 2024
    Pergantian Pengurus Kwartir Menurut ART Gerakan Pramuka
    May 11, 2024
  • Opini
    OpiniShow More
    Dari Brownsea ke Indonesia: Perjalanan Semangat Kepanduan Mendunia
    May 2, 2026
    Relevansi Nilai Kepanduan dalam Tantangan Zaman Modern
    May 2, 2026
    Peran Sri Sultan Hamengku Buwono IX dalam Kepemimpinan Pramuka
    April 28, 2026
    Pramuka Harus Paham Politik, Menyelamatkan atau Membahayakan Organisasi?
    March 29, 2026
    Ongkos Ikut Jambore Dunia 2027 Sebesar Rp67 Juta per Orang : Investasi atau Ilusi?
    March 24, 2026
  • Event
    EventShow More
    Segera Siapkan Diri, Pendaftaran GALAKSI 2026 Pramuka UNY Telah Dibuka
    July 1, 2026
    Ikuti Lomba dan Konferensi Tingkat Nasional Pramuka UGM Pionir Peduli Lingkungan
    June 20, 2026
    Pendaftaran Gelombang 2 GIANITRA V 2026 Masih Dibuka
    June 12, 2026
    Catatkan Aksi ke Tingkat Dunia, MAN 2 Banda Aceh Bersiap Gelar Scouts for SDGs Workshop
    June 5, 2026
    13 Juni 2026 Gabung Scoutify Creative Class Yuk!
    June 5, 2026
Reading: Biografi Bapak Pandu Dunia, Baden-Powell
Share
Notification Show More
PramukaNewsPramukaNews
  • Home
  • Kwartir
  • Gugus Depan
  • Saka-Sako
  • Materi
  • Opini
  • Event
  • Home
  • Kwartir
  • Gugus Depan
  • Saka-Sako
  • Materi
  • Opini
  • Event
Have an existing account? Sign In
© 2024 PramukaNews. All Rights Reserved.
Materi

Biografi Bapak Pandu Dunia, Baden-Powell

Kak Pram
Kak Pram May 11, 2024 83.3k Views
Share
SHARE

Kemampuan Baden Powell menjadi orang yang berhasil dan mampu memberikan contoh bagi orang lain sehingga dijadikan contoh bagi orang-orang sedunia melalui organisasi kepanduan yang didirikanya. Oleh karena itu perlu kita mengetahui jejak langkah hidup Bapak pandu dunia (Chief Scout of The World) sehingga mampu menjadi orang hebat dan layak menjadi contoh bagi kita semua.

Masa Kecil Baden Powell Bapak Pandu Dunia

Baden Powell memiliki nama kecilnya yaitu “Stephenson Smyth Baden Powell”. Nama Powell didapat dari nama ayahnya yaitu Baden-Powell dan Smyth didapat dari nama ibunya yaitu Henrietta Grace Smyth. Nama Robert adalah gelar ksatria yang diberikan oleh Kerajaan Inggris.

Baden Powell dilahirkan di Paddington, London (Inggris) pada tanggal 22 Februari 1857. Ayah Baden Powell adalah seorang pendeta dan Dosen Geometri di Universitas Oxford. Sedangkan ibunya adalah seorang putri dari Adminal kerajaan Inggris yang terkenal yaitu William T. Smyth. Baden Powell memiliki sembilan saudara yaitu Warrington, George, Augustus, Frank, Penrose, Agnes, Henrietta, Jessie, dan Baden Fletcher.

Di usia 3 tahun tepatnya tanggal 11 Juni 1860 Baden Powell mengalami duka yaitu Ayahnya meninggal dunia. Karena Baden Powell masih kecil beliau hanya mendapat pendidikan watak oleh Ibu dan keterampilan berlayar, berenang, berkemah dan olah raga oleh Kakak-kakaknya. Karena pendidikan dan kedekatanya Baden Powell dengan Ibunya sehingga beliau pernah mengatakan “Rahasia Keberhasilan Saya adalah Ibu Saya”.

Baden Powell selalu dituntut mandiri oleh ibunya ditengah sulitnya himpitan kehidupan. Karena sulitnya kehidupan akhirnya Baden Powell disekolahkan di Rose Hill School, Tunbridge Wells. Setelah menyelesaikan pendidikan di Rose Hill School, Tunbridge Wells, karena kepandaianya Baden Powell Mendapat beasiswa untuk bersekolah di Charterhouse.

Baden Powell adalah seorang yang cerdas, gembira, lucu dan pintar bersandiwara sehingga mudah bergaul dengan teman-temanya. Selain cerdas Boden Powell juga seorang yang jago memainkan alat musik Seperti Piano dan Biola. Boden Powell memiliki hobi berenang, berlayar, berkemah, mengarang dan menggambar.

Boden powell aktif dalam mengikuti berbagai kegiatan seperti Marching Band, olahraga menembak, teater, melukis dan sepakbola. Boden Powell memanfaatkan masa liburannya untuk dihabiskan ekspedisi berlayar dengan saudara-saudaranya.

Masa Remaja Baden Powell Bapak Pandu Dunia

Di usia 19 tahun Boden Powell telah menamatkan sekolahnya. Setelah lulus Boden Powel melanjutkan ke akademi militer melalui bantuan pamanya “Kolonel Henry Smyth”. Setelah bergabung dengan Militer inggris Baden powell sering mendapatkan tugas diluar inggris.

Pada tahun 1876 Boden Powell bergabung dengan pasukan Hussars ke 13 di India, lalu mendapatkan dinas khusus di Afrika Tahun 1895 , lalu menjadi pimpinan pasukan Dragoon V Tahun 1897. Lalu menjadi pimpinan Resimen di Zulu, Afrika Selatan tahun 1880, Menjadi kepala Staff di Rhodesia Selatan pada tahun 1896 yang sekarang kita kenal dengan Nama Zimbabwe, Memimpin Mafeking Cadet Corps di Mafeking, Afrika selatan pada tahun 1899-1900.

Boden Powell ketika menjadi pemimpin Resimen di Zulu disini beliau melatih dan mengasah kemahiran kepanduanya sehingga diberi 3 penghargaan oleh angkatan perang Zulu yaitu Impressa (serigala yang tidak pernah tidur, karena sering berjaga-jaga saat malam), Kantankye (Orang pemakai topi lebar, karena selalu memakai topi lebar) dan m’hlalapanzi (orang bertiarap siap menembak).

Karena kemahiran akhirnya dipindahkan ke dinas rahasia Inggris dan sering ditugaskan untuk menyamar sebagai pengumpul kupu-kupu, memasukan rancangan instalasai militer ke dalam lukisan-lukisan sayap kupu-kupunya.

Boden Powell selanjutnya memimpin gerakan ketentaraanya yang berhasil di Ashanti, Afrika. Akhirnya diusia 40 tahun Boden Powell dipromosikan untuk memimpin Pasukan Dragon ke-V Tahun 1897.

Baden Powell lalu menulis buku yang berjudul “Aids to Scouting” yang berisi tentang peninjauan ketentaraan untuk membantu melatih perekrutan tentara baru. Didalam buku ini Boden Powell melatih untuk berpikir sendiri, menggunakan daya usaha sendiri dan untuk bertahan hidup dalam hutan.

Baden Powell pada masa Perang Boer dinaikkan pangkatnya menjadi kolonel termuda dalam dinas ketentaraan Britania. Karena Boden Powell bertanggung jawab kepada organisasi pasukan perintis yang membantu tentara biasa. Awal mulanya ketika merencanakan sesuatu, beliau terperangkap dalam pengepungan Mafking yang dikelilingi tentara Boer yang jumlahnya melebihi 8.000 orang.

Karena kemampuan Baden Powell selama 217 hari berhasil bertahan. Sebagian keberhasilanya dikarenakan beberapa muslihat yang dilaksanakan atas perintah Baden Powell sebagai Komandan Garnisun yaitu memasang dan menanam ranjau-ranjau palsu dan memerintahkan tentara untuk menghindari kawat olok-olok saat bergerak antara parit kubu.

Baden Powell biasa melaksanakan peninjauan secara pribadi dan membina pasukan kanak-kanak asli untuk berjaga dan membawa pesan-pesan bahkan menembus pertahanan lawan. Tidak banyak nyawa yang melayang ketika melaksanakan tugas dari Baden Powell. Boden Powell amat kagum melihat keberanian dan kesungguhan mereka atas tugas yang diberikan.

Akhirnya pengepungan dibubarkan oleh pembebasan Mafking 16 Mei 1990. Baden Powell dinaikkan pangkatnya menjadi Mayor Jendral dan ditetapkan menjadi pahlawan nasional. Setelah selesai mengurusi pasukan polisi Afrika Selatan Baden Powel pulang ke Inggris bertugas sebagai Ispektur Jendral Pasukan Berkuda tahun 1903. Kepulangan Baden Powell ke Inggris ternyata didapati buku panduan ketentaraanya yaitu “Aids to Scouting” menjadi buku terlaris dan banyak digunakan oleh guru dan organisasi kepemudaan.

Pengakuan Baden Powell Bapak Pandu Dunia

Melihat kondisi seperti ini akhirnya Baden Powell menulis buku Aids to Scouting untuk para pembaca remaja. Setelah menulis pada tahun 1907 Baden Powell mengadakan perkemahan di Brownsea Island dengan 22 anak laki-laki yang berlatar belakang berbeda untuk menguji dari sebagian ide buku yang ditulisnya yaitu berjudul “Scouting for Boys” dan pada tahun 1908 berhasil ditulis dan dicetak dalam 6 jilid.

Untuk anak-anak remaja membentuk ‘Scout Troops” ternyata tidak disangka-sangka gerakan kepanduan yang mulanya hanya dibentuk tingkat nasional kemudian menjadi tingkat internasional. Gerakan kepanduan berkembang seiiring dengan Boy’s Brigade. Diadakanlah pertemuan prmuka di Crysal Palace di London pada tahun 1908 dan mempertemukan kepanduan puteri di tahun 1910 dibawah pengawasan saudara perempuan Baden Powell yaitu Agnes Baden Powell.

Tahun 1910 Baden Powell memutuskan untuk berhenti dari kemiliteran meskipun sudah menjadi Panglima Tertinggi dengan pangkat Letnan Jendral. Keputusan itu juga atas nasehat dari Raja Edward VII agar lebih baik Baden Powell melayani negaranya dengan memajukan gerakan kepanduan.

Baden powell menemukan jantung hatinya saat perjalanan di atas kapal (arcadia) dalam lawatan kepramukaan ke-New York yaitu “Olave St. Clair Soames” sering dikenal Lady Baden Powell dan langsung menikah dengannya pada Tahun 1912. Perbedaan usia keduanya memang lumayan jauh Baden Powell berusia 55 tahun dan Olave berusia 23 tahun. Karena ketenaran Baden Powell agar tidak ada gangguan pers mereka melangsungkan pernikahan secara rahasia pada 30 Oktober 1912.

Beberapa informasi Baden Powell pernah memiliki petualangan dengan wanita lain yaitu Juliette Magill Kinzie Gordon tetapi pertunangannya gagal. Karena terdengar Baden Powell sudah menikah Pramuka Inggris menyumban satu penny masing-masing dan Baden Powell diberikan hadiah mobil Rolls Royce. Pada tanggal 31 Oktober 1912, keduanya tinggal di Hampshire, Inggris dan dianugrahi 3 Orang anak (Peter, Heather dan Betty). Selanjutnya di tahun 1912 Agnes mendirikan organisasi kepanduan untuk wanita dengan nama Girl Guides yang selanjutnya diteruskan oleh istri Baden Powell.

Saat terjadi perang Dunia I tahun 1914, Baden Powell menawarkan dirinya untuk mengikutinya dan meminta kepada Jabatan Perang. Karena Baden Powell seperti yang dikatakan oleh Lord Kitchner “Baden Powell bisa mendapatkan beberapa divisi umum dengan mudah tetapi tidak dapat mencari orang yang mampu meneruskan usaha baik Boy Scouts” sehingga Baden Powell meskipun tidak masuk dalam jabatan perang, beberapa informasi Baden Powell terkait dalam kegiatan spionase dan dinas rahasia dan berusaha untuk menggalakkan mitos tersebut.

Tahun 1922, Baden Powell mendapatkan pengaugerahan gelar Baronet yang sering kita sebut Baron Baden Powell dari Gilwell dalam Country Essex. Taman Gilwell merupakan tempat latihan Pemimpun Kepanduan Internasional.

Tahun 1937, Baden Powel mendapatkan anugerah Order of Merit dalam sistem penghormatan Inggris, Tahun 1938 mendapat anugerah Lord Baden Powell yang hadiah Nobel Perdamaian diberikan oleh Royal Academy of Sweden dan masih ada gelar penganugerahan yang lainya yaitu dari 28 negara-negara lain. Karena kegigihan pergerakan pramukan dunia akhirnya ditahun 1922 lebih dari sejuta pramuka di 32 negara dan pada tahun 1939 jumlah pramuka lebih dari 3,3 juta orang.

Tahun 1941, Gerakan kepanduan dunia diteruskan oleh salah satu anaknya. Selepas itu kondisi tubuhnya mulai melemah dan berhadapan dengan masalah kesehatan. Sakit kepala yang dialami Baden Powell secara terus menerus sehingga dianggap dokternya karena gangguan psikosomatis dan harus dirawat dengan analisa mimpi. Ternyata sakit kepala hilang setelah tidak lagi tidur dengan Olave dan pindah kamar tidur baru di balko rumahnya. Selanjutnya mereka pindah ke rumah yang dibangunya di Kenya.

Baden Powell meninggal dan di makamkan di Nyeri, Kenya dekat Gunung Kenya pada tanggal 8 Januari 1941. Oleh karena itu tangga 22 Februari merupakan bersama lahirnya Robert dan Olave Baden Powell sehingga diperingati sebagai hari Baden Powell untuk memperingati dan merayakan jasa Ketua Pramuka dan Ketua Pandu Puteri Dunia.

Kirim informasi seputar aktivitas, kegiatan, agenda, pengumuman, dari gugusdepan, kwartir, saka, maupun sako, termasuk materi atau opini melalui tautan -->

Info Terkait

30 Juli, Hari Ikrar Gerakan Pramuka: Latar Belakang, Isi dan Maknanya
Inilah Makna Tri Satya yang Menjadi Janji Seorang Pramuka
Aktif Membantu Pembina di Gugusdepan, Salah Satu Syarat Bisa Menjadi Pandega Garuda

Kata Kunci:baden-powellbapak pandu duniabiografi baden-powellbppramuka

Previous Article Twibbon Hari Baden-Powell ke-166 Tahun 2023
Next Article Peringati Hari Baden-Powell Tahun 2023, Kwarda DIY Gelar Talkshow Memorabilia
1 Comment 1 Comment
  • Pingback: Biografi Bapak Pandu Dunia, Baden-Powell - Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Sidoarjo

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

four × one =

Popular in Month

LT-II Tahun 2026 Kwarran Banguntapan Resmi Dimulai, Ratusan Peserta Siap Mengukir Prestasi
Kwarran 210 Views
Rencana Penyelenggaraan PDT Lustrum XI 2026 Rute Garis Imajiner Mendapat Apresiasi dan Dukungan dari Gubernur DIY
Kwarcab 149 Views
Segera Siapkan Diri, Pendaftaran GALAKSI 2026 Pramuka UNY Telah Dibuka
Event 147 Views

Latest News

Gebyar Hari Pramuka 2026 Hadir dengan Konsep One Day Scout Festival, Wujudkan Fun Scouting, Inspiring Future
July 20, 2026 Kwarcab 73 Views
7 Calon Pramuka Garuda MTsN 6 Tabalong Ikuti Verifikasi Berkas dan Portofolio di Kwartir Cabang
July 14, 2026 Gugus Depan 134 Views
Saka POM MAN 2 Kota Bima Wujudkan Darma Cinta Alam Lewat Aksi Penanaman Pohon
July 18, 2026 Saka-Sako 90 Views

Event

Ikuti Lomba dan Konferensi Tingkat Nasional Pramuka UGM Pionir Peduli Lingkungan
June 20, 2026 213 Views
Pendaftaran Gelombang 2 GIANITRA V 2026 Masih Dibuka
June 12, 2026 265 Views
Catatkan Aksi ke Tingkat Dunia, MAN 2 Banda Aceh Bersiap Gelar Scouts for SDGs Workshop
June 5, 2026 243 Views
- Advertisement -
PramukaNewsPramukaNews
© 2026 PramukaNews. Beritanya Pramuka!
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?