PRAMUKANEWS.ID — Pemerintah Kota Subulussalam menekankan pentingnya legalitas dan sertifikasi bagi tenaga pendidik di lingkungan Gerakan Pramuka.
Hal ini ditegaskan saat penyerahan ijazah Kursus Pembina Pramuka Mahir tingkat Dasar (KMD) kepada 80 peserta yang dinyatakan lulus di halaman kantor Wali Kota, Kamis, 22 Januari 2026.
Langkah tersebut diambil untuk memastikan bahwa pembinaan generasi muda di tingkat gugus depan dilakukan oleh personel yang memiliki kompetensi standar.
Ijazah yang diberikan langsung oleh Wali Kota Subulussalam, Kak Rasyid Bancin tersebut merupakan hasil dari pendidikan/kursus intensif yang dilaksanakan pada pertengahan Desember tahun 2025 lalu.
Kak Rasyid Bancin yang juga menjabat Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Kamabicab) Kota Subulussalam, menyatakan bahwa ijazah tersebut bukan sekadar tanda kelulusan administratif.
“Dokumen ini adalah simbol kompetensi yang harus dipertanggungjawabkan melalui aksi nyata di lapangan,” ujarnya.
Kak Rasyid meminta para lulusan KMD untuk segera menyelesaikan masa Narakarya tanpa menunda waktu. Proses ini dianggap sebagai jembatan krusial untuk mempraktikkan teori yang telah didapat agar pengalaman membina menjadi sempurna dan aplikatif.
Pemerintah kota menargetkan seluruh pembina pramuka di Kota Subulussalam memiliki Surat Hak Bina (SHB). Dokumen ini menjadi bukti profesionalisme dan legalitas formal bagi setiap pembina dalam mengelola kegiatan kepramukaan di sekolah-sekolah.
“Ijazah ini jangan hanya menjadi hiasan di dalam bingkai. Saya ingin memastikan bahwa seluruh pembina pramuka di Kota Subulussalam adalah pembina yang legal dan tersertifikasi,” tegas Kak Rasyid.
Selain aspek legalitas, para pembina juga diingatkan untuk menjadi teladan moral bagi peserta didik. Sebagai cermin bagi siswa, nilai-nilai Dasa Darma harus diimplementasikan dalam perilaku keseharian, baik di lingkungan pendidikan maupun sosial masyarakat.
Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mengucurkan dukungan anggaran dan fasilitas melalui Kwartir Cabang. Fokus pembangunan daerah saat ini mulai diseimbangkan antara infrastruktur fisik dengan penguatan kapasitas sumber daya manusia.
“Investasi terbaik untuk kota bukan hanya pada infrastruktur fisik, melainkan pada investasi sumber daya manusia, dan Pramuka adalah salah satu pilar utamanya,” pungkas Kak Rasyid.
