PRAMUKANEWS.ID — Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Tengah terus berupaya menanamkan kesadaran demokrasi sejak dini. Hal tersebut diperkuat dengan mengembangkan Saka Adhyasta Pemilu.
Berkolaborasi dengan Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Tengah (Kwarda Jateng) pengurus Saka Adhyasta Pemilu masa bakti 2026-2030 resmi dilantik pada Selasa, 3 Februari 2026.
Ketua Majelis Pembimbing Saka Adhyasta Pemilu tingkat daerah Jateng terlantik Kak Muhammad Amin mengatakan, pelantikan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum menyatukan tekad untuk menghadirkan demokrasi yang lebih berintegritas melalui peran anak muda.
“Suasananya sangat terasa, bahkan ada yang sampai meneteskan air mata. Ini menunjukkan betapa besar harapan yang dititipkan pada Saka Adhyasta sebagai wadah pembentukan karakter dan keberanian generasi muda dalam menjaga demokrasi,” ujar Kak Amin.
Lebih lanjut Kak Amin menjelaskan, bahwa Saka Adhyasta Pemilu diharapkan mampu menjembatani nilai-nilai pengawasan pemilu kepada pemilih pemula.
Tidak hanya memahami proses demokrasi, tetapi juga berani menolak praktik politik uang serta aktif merawat nilai kejujuran dan keadilan dalam kehidupan berbangsa.
Sementara itu, Ketua Kwarda Jateng Kak Budi Prayitno dalam arahannya menekankan, Saka Adhyasta memiliki posisi strategis dalam membentuk generasi muda yang berkarakter kuat dan cinta Tanah Air.
“Pegang tiga nilai utama: moral, keterampilan hidup, dan nasionalisme. Jika itu dijalankan, Saka Adhyasta Pemilu bisa menjadi lokomotif perubahan yang membawa dampak positif bagi demokrasi bangsa,” pesan Kak Budi.
Menurut Kak Budi, keberlanjutan Saka Adhyasta Pemilu tidak hanya bertumpu pada dukungan anggaran, tetapi juga pada kreativitas, diskusi dan pertukaran gagasan yang hidup di antara para anggotanya. **
