PRAMUKANEWS.ID — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bontang melalui Saka Bakti Husada (SBH) melatih anggota Pramuka agar tanggap dalam menghadapi situasi gawat darurat dan kebencanaan.
Pelatihan tersebut dikemas dalam WorkshopPelatihan Kegawatdaruratan dan Peran SBH dalam Kebencanaan yang digelar di Lamin Kodim Bontang, Minggu, 18 Januari 2026.
Pimpinan Saka Bakti Husada Bontang, Kak Dian Arie Sushanty dalam keterangannya menyampaikan bahwa pelatihan ini menjadi bagian dari upaya Dinkes dalam memperkuat kapasitas generasi muda sebagai relawan kesehatan yang siap diterjunkan saat terjadi keadaan darurat di masyarakat.
Menurutnya, seluruh wilayah di Indonesia memiliki potensi bencana, termasuk Kota Bontang. Ancaman tersebut tidak hanya berasal dari bencana alam seperti banjir dan gempa bumi, tetapi juga bencana non-alam seperti kebakaran serta kecelakaan lalu lintas yang kerap terjadi di lingkungan sekitar.
“Melalui Saka Bakti Husada, Dinkes ingin membekali adik-adik Pramuka agar mampu memberikan pertolongan pertama yang cepat, tepat, dan aman. Jangan sampai kita hanya menjadi penonton atau sibuk merekam kejadian, sementara korban sangat membutuhkan pertolongan,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa waktu satu hingga tiga menit pertama setelah kejadian sangat menentukan keselamatan korban. Kesalahan dalam penanganan, seperti cara mengangkat korban yang tidak tepat, justru dapat memperparah kondisi, termasuk risiko cedera tulang leher dan tulang belakang.
“Pelatihan ini dilaksanakan dengan metode setengah hari teori dan setengah hari praktik,” terangnya.
Materi meliputi konsep dasar kegawatdaruratan, teknik pertolongan pertama, serta simulasi penanganan korban bencana yang dirancang mendekati kondisi nyata di lapangan.
Selain keterampilan teknis, peserta juga dilatih membangun kerja sama dan koordinasi tim. Ia mengibaratkan penanganan darurat seperti permainan sepak bola, di mana setiap anggota memiliki peran penting, mulai dari pemimpin tim, petugas pengamanan, hingga penolong korban.
Workshop ini diikuti oleh 42 anggota Pramuka Saka Bakti Husada, ditambah pamong dan panitia, dengan total peserta sekitar 60 orang. Kegiatan juga diakhiri dengan pemberian penghargaan kepada tiga tim terbaik sebagai bentuk apresiasi atas kinerja dan kekompakan peserta.
Menutup kegiatan, ia menyampaikan terima kasih kepada Kodim Bontang atas dukungan fasilitas, serta berharap dukungan anggaran dari pemerintah daerah dapat terus berlanjut.
Di tengah kebijakan efisiensi di sejumlah OPD, Dinkes Bontang melalui SBH berencana mengajukan proposal anggaran perubahan atau hibah tahun 2027 guna memastikan pembinaan Pramuka SBH tetap berjalan optimal.(*)
