PramukaNewsPramukaNews
  • Home
  • Kwartir
    Kwartir
    Informasi terkini kabar dari Kwartir Gerakan Pramuka, baik Kwartir Nasional, Kwartir Daerah, Kwartir Cabang, dan Kwartir Ranting.
    Show More
    Top News
    Belum Setahun Bertugas, Ka Pusinfo Kwarnas Undur Diri Karena Kesibukan Kerja
    March 5, 2023
    Gugusdepan Pangkalan SDN 3 Cingebul Lestarikan Permainan Tradisional Banyumas Lewat Kegiatan Pramuka
    February 22, 2025
    SMPN 1 Wonopringgo Juara Umum Lomba Tingkat III Tahun 2025 Kwarcab Pekalongan
    July 17, 2025
    Latest News
    Dedikasi Tanpa Henti, Humastika Kwarran Lumbir Sabet Penghargaan Tergiat 3 Tingkat Kwarcab Banyumas
    September 13, 2026
    Atraksi Kolone Tongkat Warnai Apel Peringatan Hari Pramuka ke-65 Kwarcab Abdya
    September 13, 2026
    Apel Hari Pramuka ke-65 Kwarcab Sinjai, Momentum Perkuat Komitmen Bersama dalam Membangun Karakter Bangsa
    September 13, 2026
    Pramuli Kwarcab Pekalongan Turut Sukseskan Estafet Tunas Kelapa 2026
    September 8, 2026
  • Gugus Depan
    Gugus DepanShow More
    Dewan Penggalang SMP Negeri 9 Yogyakarta Resmi Dilantik, Siap Menjadi Teladan dan Penggerak Pramuka
    August 29, 2026
    Upacara Hari Pramuka ke-65 Kwarran Somagede, Ketua Gudep Putri SDN 3 Kemawi Terima Penghargaan Pancawarsa II
    August 17, 2026
    Regu Rajawali dan Melati SDN 3 Kemawi Borong Tiga Kejuaraan Jambore Ranting Somagede Tahun 2026
    August 17, 2026
    Bikin Bangga! Dua Penggalang SMPN 2 Lumbir Resmi Dilepas ke Jamnas XII 2026
    August 11, 2026
    Wakili MTsN 6 Tabalong, Ahmad Dafa Fhadillah Resmi Dilepas Menuju Jamnas XII 2026
    July 30, 2026
  • Saka-Sako
    Saka-SakoShow More
    Carnival Purbalingga 2026 Jadi Ajang Mantapkan Pembinaan Generasi Muda, BNN Launching Saka Anti Narkoba
    August 24, 2026
    Peserta Jamnas XII Kontingen Sako SIT Indonesia Ikuti Motivasi dan Penguatan Mental
    August 17, 2026
    Bulan Bakti Pramuka 2026, Saka POM Kota Bima Turut Awasi Keamanan Produk Perikanan di Pasar Amahami
    August 15, 2026
    Aksi Nyata Saka POM Kota Bima: Telur untuk Ibu dan Anak dalam Upaya Cegah Stunting
    July 30, 2026
    Saka POM MAN 2 Kota Bima Wujudkan Darma Cinta Alam Lewat Aksi Penanaman Pohon
    July 18, 2026
  • Materi
    MateriShow More
    30 Juli, Hari Ikrar Gerakan Pramuka: Latar Belakang, Isi dan Maknanya
    August 1, 2025
    Inilah Makna Tri Satya yang Menjadi Janji Seorang Pramuka
    June 4, 2024
    Aktif Membantu Pembina di Gugusdepan, Salah Satu Syarat Bisa Menjadi Pandega Garuda
    May 23, 2024
    Siapakah Andalan Pramuka?
    May 22, 2024
    Pergantian Pengurus Kwartir Menurut ART Gerakan Pramuka
    May 11, 2024
  • Opini
    OpiniShow More
    Pramuka itu Saklawase, Menjadi Pengurus Kwartir Sakcukupe
    September 13, 2026
    Empat Kata Ajaib yang Sering Kali Dilupakan oleh Pembina dan Pelatih Pramuka
    August 1, 2026
    Surat Terbuka kepada Ketua Mabida dan Peserta Musdalub Kwarda DKI Jakarta
    July 25, 2026
    Dari Brownsea ke Indonesia: Perjalanan Semangat Kepanduan Mendunia
    May 2, 2026
    Relevansi Nilai Kepanduan dalam Tantangan Zaman Modern
    May 2, 2026
  • Event
    EventShow More
    Segera Siapkan Diri, Pendaftaran GALAKSI 2026 Pramuka UNY Telah Dibuka
    July 1, 2026
    Ikuti Lomba dan Konferensi Tingkat Nasional Pramuka UGM Pionir Peduli Lingkungan
    June 20, 2026
    Pendaftaran Gelombang 2 GIANITRA V 2026 Masih Dibuka
    June 12, 2026
    Catatkan Aksi ke Tingkat Dunia, MAN 2 Banda Aceh Bersiap Gelar Scouts for SDGs Workshop
    June 5, 2026
    13 Juni 2026 Gabung Scoutify Creative Class Yuk!
    June 5, 2026
Reading: Pramuka itu Saklawase, Menjadi Pengurus Kwartir Sakcukupe
Share
Notification Show More
PramukaNewsPramukaNews
  • Home
  • Kwartir
  • Gugus Depan
  • Saka-Sako
  • Materi
  • Opini
  • Event
  • Home
  • Kwartir
  • Gugus Depan
  • Saka-Sako
  • Materi
  • Opini
  • Event
Have an existing account? Sign In
© 2024 PramukaNews. All Rights Reserved.
Opini

Pramuka itu Saklawase, Menjadi Pengurus Kwartir Sakcukupe

oleh Kak Anis Ilahi, Purna Dewan Kerja

Kak Pram
Kak Pram September 13, 2026 11 Views
Share
Ilustrasi : Dibuat oleh AI
SHARE

PRAMUKANEWS.ID — Gerakan Pramuka, merupakan sedikit contoh organisasi yang berhasil bertahan dari era perjuangan, era revolusi kemerdekaan hingga era reformasi.

Namun dalam perkembangannya baik dalam peran-peran kebangsaan, pendidikan, maupun sosial kemasyarakatan Gerakan Pramuka seperti tertinggal jauh dari NU dan Muhammadiyah.

Tentu perbandingannya tidak sesederhana ini, namun sebagai perbandingan reflektif, penting juga untuk direnungkan oleh segenap keluarga besar Gerakan Pramuka.

Satu hal penting, Muhammadiyah dan NU berhasil mempertahaknan diri sebagai organisasi kader. Tidak ada orang luar yang nggak ngerti Muhammadiyah dan nggak ngerti NU ujug-ujug bisa menjadi pengurus bahkan menjadi orang paling penting dalam organisasi.

Gerakan Pramuka sebaliknya, cenderung makin lemah posisinya sebagai organisasi kader. Siapa saja bisa dan merasa gampang saja memimpin Gerakan Pramuka.

Padahal faktanya memimpin Gerakan Pramuka tidaklah mudah karena harus mampu bertindak sebagai pendidik, organisator, inovator, kolaborator, dinamisator dan yang terpenting bisa menjadi tokoh “panutan” baik dalam pikiran, ucapan maupun tindakannya.

Sistim rekrutmen terbuka kepemimpinan Gerakan Pramuka ada plus minusnya atau memiliki dua mata pedang.

Mata Pedang Pertama

Gerakan Pramuka menemukan orang yang tepat, meskipun bukan kader. Sang pemimpin barangkali tidak paham substansi secara mendalam, namun sikap kerelawanannya, ketulusan pengabdiannya, kesadaran bahwa dirinya menjadi sumber keteladanan, menjadikannya mampu menggerakkan seluruh potensi Gerakan Pramuka untuk maju, bergotong royong, bersatu, saling mengisi didalam memajukan organisasi.

Sang Pemimpin mampu mengembangkan budaya kolektf kolegial, kekeluargaan dan gotong royong. Problem2 berat Gerakan Pramuka mampu diatasi bersama, berat sama dipikul, ringan sama dijinjing.

Sang Pemimpin juga menyadari bahwa rekam jejak dan ketokohannya diperlukan untuk mengkolaborasikan dan mengkonsolidasikan seluruh potensi Gerakan Pramuka. Ia hadir sebagai tokoh pengayom, pemersatu dan inspirator gerakan, serta menyadari besarnya tanggungjawab mengemban amanat Gerakan Pramuka.

Pada mata pedang pertama, Gerakan Pramuka berhasil memperoleh pemimpin gunuine yang dalam filosofi jawa disebut “yen wani ojo wedi-wedi – yen wedi ojo wani-wani” (Kalau berani jangan takut-takut; kalau takut jangan berani-berani).

Mata Pedang Kedua

Gerakan Pramuka berpotensi salah memilih tokoh atau pemimpin, karena ulah para kadernya sendiri yang menjual murah organisasi kesana kemari. Demi kepentingan diri dan kelompoknya.

Budaya pilihan langsung “one man one vote” dan adanya kader-kader pragmatis transaksional (pemburu kekuasaan), yang berlomba-lomba menjadi tim sukses dengan mengusung prominent figure tertentu, berpotensi salah memilih pemimpin. Boro-boro mendapatkan pemimpin, malah terjebak mendapatkan penguasa yang otoritarian – megalomania.

Manis didepan, pahit belakangan. Sebagian tim sukses lepas tangan, yang penting sudah mendapatkan kekuasaan dan fasilitas. Sebagian lagi “ditendang” keluar gelandang. Khas dinamika kekuasaan otoritarian megalomania.

Kekuasaan model ini akan terus berupaya memusatkan kewenangan disatu tangan. Unsur-unsur pengawas dan penjaga kehormatan organisasi dirangkap dalam satu genggaman, andalan ditunjuk tidak untuk difungsikan tetapi sekedar pajangan.

Kontrol kwartir dibawahnya dimatikan dan disandera dengan instrumen administratif, pihak yang tidak sepaham “dipecat” dengan sewenang-wenang dan dipermalukan tanpa menghindahkan filosofi organisasi yang basisnya “ngewongke wong: (memanusia manusia dan kemanusiaan).

Yang lebih “mengerikan” ditangan para otoritarian megalomania kekuasaan digunakan bukan untuk memajukan organisasi tetapi untuk terus mengkonsolidasi suara bagi kepentingangan melanggengkan kekuasaan. Membagi-bagi kekuasaan berdasarkan balas jasa politik dan perkoncoan sembari mengubur “merit system”.

Tolok ukur kemajuan dan keberhasilan program ditentukan sendiri, diklaim sendiri, diumumkan dan dibangga-banggakan sendiri.

Pada mata pedang kedua, berpotensi “menghunus” jantung gerakan, menemui ajalnya. Minimal mengalami kerusakan kultural yang akut, sehingga “tampak gagah dari luar tetapi organ dalamnya keropos.”

Upacara dan event2nya meriah, tetapi instrumen-instrumen kependidikannya tak tersentuh kemajuan, budaya organisasinya melemah sebagai sumber keteladanan serta melemahnya kontribusi pada pemecahan masalah -masalah kebangsaan.

Gerakan Kultural oleh Para Ideolog

Ngawekani (untuk jaga-jaga) dan juga untuk menjaga marwah Gerakan Pramuka dalam jangka panjang, lagi-lagi perlu belajar dari Muhammdiyah dan NU.

Bukan semata-mata untuk mengubah organisasi kader dari “terbuka” menjadi “tertutup” tetapi pentingnya Gerakan Pramuka ditopang oleh gerakan kultural yang diinisaisi oleh para Ideolog secara individual.

Dalam kultur organisasi NU dan Muhammadiyah banyak tokoh, baik Kyai maupun Intelektual yang tidak menjabat apapun dalam struktur tetapi memiliki pengaruh besar dan menjadi panutan umat karena keistiqomahannya menjaga marwah, filosofi dan nilai2 organisasi. Jajaran Strukturalpun menghormati dan menerima masukan dan kritiknya dengan penuh takzim, bukan memusuhinya.

Gerakan kultural ideologis bukanlah gerakan oposisi, karena bersifat ketokohon individu, bukan mengejar jabatan. Gerakan yang semata-mata menjaga marwah dan nilai-nilai kepramukaan agar tetap tumbuh di atas relnya.

Para ideolog juga tidak butuh jabatan, concern-nya bagaimana niai-nilai dan filosofi organisasi tetap tumbuh dan berkembang di akar rumput tanpa terkoptasi kepentingan apapun.

Secara sederhana, ideolog Gerakan Pramua, adalah mereka yang tidak sekadar hafal Tri Satya dan Dasa Darma di luar kepala, melainkan telah menghidupi dan “menumbuhkan” nilai-nilai tersebut dalam kesehariannya.

Ideolog Gerakan Pramuka adalah para penjaga api substansi pendidikan kepramukan. Mereka paham betul falsafah di balik setiap simpul, makna di balik setiap kiasan dasar, dan tujuan mulia dari pembentukan karakter generasi muda.

Bagi seorang ideolog, Pramuka bukan komoditas politik, bukan panggung pencitraan, dan bukan pula tempat mencari keuntungan materi atau status sosial, bukan pula sekedar mengisi waktu pensiun untuk menghindari post power syndrome.

Gerakan Pramuka memiliki amat sangat banyak ideolog baik bertaraf nasional, lokal bahkan internasional. Ada yang purna Andalan, purna Pelatih, purna Ketua Kwartir, purna Dewan Kerja, purna Pembina, dan sebagainya. Mereka memilih purna tidak sekedar pertimbangan usia namun merupakan pilihan.

Sudah semestinya para ideolog ini terus menebar kebaikan dan terus bekerja menjaga nilai-nilai, baik dengan membentuk lembaga riset dab kajian, mendirikan yayasan, menerbitan buku, menulis di media digital, menjadi bapak asuh gudep maupun pangkalan saka.

Berkawan karib dengan para pembina dan pamong saka, menyelenggarakan fundrising untuk gudep dan kwarran, menyelenggarakan workshop dan pelatihan, mengembangkan filantropi, dan berbagai agenda fundamental lainnya. Uluran tangan para ideolog merupakan oase bagi para musafir dipadang pasir gersang nan luas dan terik.

Menjadi Pramuka Saklawase, Menjadi Pengurus Sakcukupe

Kalimat sub judul ini saya modifikasi dari nasehat Kyai Sepuh NU, ketika menasehati warga nahdliyin, “Jadilah NU selamanya namun jadilah pengurus NU secukupnya saja”.

Nasehat ini pas untuk para keluarga besar Gerakan Pramuka, “Jadilah Pramuka selamnya, namun jadilah pengurus kwartir secukupnya saja”.

Nasehat ini juga bagus untuk mengetuk nurani para Pramuka yang senang menumpuk dan rangkap jabatan di berbagai tingkatan (cabang, daerah dan nasional), bahkan ada yang hampir sepanjang hayatnya menjadi pengurus kwartir. Opo yo nggak bosen. Opo yo tidak ada orang lain.

Apa ya tidak pernah ngitung (menghitung) seberapa manfaat dan penting kontribusinya sehingga kekuasaan di kwartir harus dipertahankan mati-matian – sampai begitu tega mengubah AD-ART demi kepentingan kekuasaan. Apa yang dicari? Toh kekuasaan tidak otomatis membawa kemuliaan diri.

Pada akhirnya kerja-kerja kultural ideologis perlu terus dikembangkan oleh keluarga besar Gerakan Pramuka, sebagai komplementer kerja-kerja struktural.

Bahkan tidak hanya itu, kerja-kerja kultural ideologis dapat menjadi “baffer zone” jika suatu ketika kerja-kerja struktural terkoptasi oleh para penguasa otoritarian – megalomania.

Dengan ditopang para ideolog, Gerakan Pramuka akan terhindar dari kebangkrutan karena memiliki instrumen Jihadis Organisasi. Jihad yang diinisiasi para Ideolog yang Tangguh.

Kirim informasi seputar aktivitas, kegiatan, agenda, pengumuman, dari gugusdepan, kwartir, saka, maupun sako, termasuk materi atau opini melalui tautan -->

Info Terkait

Empat Kata Ajaib yang Sering Kali Dilupakan oleh Pembina dan Pelatih Pramuka
Surat Terbuka kepada Ketua Mabida dan Peserta Musdalub Kwarda DKI Jakarta
Dari Brownsea ke Indonesia: Perjalanan Semangat Kepanduan Mendunia

Kata Kunci:anis ilahiideolog pramukaopini pramukapramukapramukanews

Previous Article Dedikasi Tanpa Henti, Humastika Kwarran Lumbir Sabet Penghargaan Tergiat 3 Tingkat Kwarcab Banyumas
Leave a comment Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

five × 5 =

Popular in Month

Peserta Jamnas XII Kontingen Sako SIT Indonesia Ikuti Motivasi dan Penguatan Mental
Saka-Sako 524 Views
Pramuka Kota Banda Aceh Road Show Budaya Jelang Jamnas XII 2026
Kwarcab 223 Views
Upacara Hari Pramuka ke-65 Kwarran Somagede, Ketua Gudep Putri SDN 3 Kemawi Terima Penghargaan Pancawarsa II
Gugus Depan 180 Views

Latest News

Dedikasi Tanpa Henti, Humastika Kwarran Lumbir Sabet Penghargaan Tergiat 3 Tingkat Kwarcab Banyumas
September 13, 2026 Kwarran 10 Views
Atraksi Kolone Tongkat Warnai Apel Peringatan Hari Pramuka ke-65 Kwarcab Abdya
September 13, 2026 Kwarcab 11 Views
Apel Hari Pramuka ke-65 Kwarcab Sinjai, Momentum Perkuat Komitmen Bersama dalam Membangun Karakter Bangsa
September 13, 2026 Kwarcab 14 Views

Event

Segera Siapkan Diri, Pendaftaran GALAKSI 2026 Pramuka UNY Telah Dibuka
July 1, 2026 335 Views
Ikuti Lomba dan Konferensi Tingkat Nasional Pramuka UGM Pionir Peduli Lingkungan
June 20, 2026 376 Views
Pendaftaran Gelombang 2 GIANITRA V 2026 Masih Dibuka
June 12, 2026 493 Views
- Advertisement -
PramukaNewsPramukaNews
© 2026 PramukaNews. Beritanya Pramuka!
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?