PRAMUKANEWS.ID — Dalam upaya memperkuat peran generasi muda sebagai penggerak keamanan pangan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyelenggarakan Pelatihan Pemantauan Label dan Iklan Pangan bagi anggota Saka POM.
Kegiatan yang dilaksanakan secara daring ini berlangsung pada hari Sabtu, 10 Mei 2025 yang dikuti oleh para anggota aktif Saka POM, termasuk dua peserta perwakilan dari Kabupaten Bima, yakni Rehan dan Salsabila, yang hadir langsung di Balai POM Bima untuk mengikuti sesi pembelajaran secara intensif.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program berkelanjutan BPOM dalam membina dan membekali anggota Saka POM dengan keterampilan praktis dalam pengawasan dan edukasi masyarakat terkait pangan olahan yang beredar.
Materi pelatihan mencakup pemahaman mendalam tentang pemantauan label dan iklan pangan, Aplikasi terkait obat dan makanan, serta simulasi dan praktik kemampuan dalam pemantauan label dan iklan pangan.
Melalui metode interaktif, para peserta tidak hanya menerima materi teori, tetapi juga diajak untuk menganalisis contoh-contoh label dan iklan produk yang beredar di pasaran.
Kepala Balai POM di Bima dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelatihan ini menjadi momentum penting untuk menumbuhkan kepedulian dan peran aktif generasi muda dalam menjaga keamanan dan mutu pangan.
“Dengan keterampilan yang dimiliki, anggota Saka POM dapat menjadi pelopor edukasi di sekolah, lingkungan, dan komunitas masing-masing. Mereka adalah agen perubahan di bidang perlindungan konsumen,” ujarnya.
Kak Rehan dan Kak Salsabila mengaku sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Mereka menjadi lebih paham bagaimana membedakan label yang informatif dan legal dengan yang menyesatkan.
“Ini sangat penting karena banyak teman-teman kami belum tahu informasi seperti ini,” tutur Rehan.
Selain pelatihan teknis, kegiatan ini juga menjadi ajang penguatan karakter anggota Saka POM sebagai relawan pengawasan obat dan makanan di masyarakat. Para peserta didorong untuk menjadi pelapor aktif jika menemukan pelanggaran di lapangan, serta menyampaikan informasi kepada keluarga dan masyarakat secara bijak dan berbasis data.
Kegiatan ini diharapkan dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak anggota Saka POM di wilayah NTB, sehingga upaya pengawasan pangan dapat dilakukan secara kolaboratif, berjenjang, dan berkelanjutan mulai dari generasi muda.
Serta diharapkan anggota Saka POM mampu memahami, mengidentifikasi dan melaporkan temuan ketidaksesuaian label dan iklan pangan dan tentunya dapat menjadi agen perubahan yang aktif menyebarkan informasi terkait pangan yang aman di masyarakat.
