PRAMUKANEWS.ID — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Padang bersinergi dengan Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Padang merintis Saka Adhyasta Pemilu sebagai bagian dari upaya memperkuat peran generasi muda dalam menjaga kualitas demokrasi.
Hal tersebut ditindak lanjuti dengan pelantikan Majelis Pembimbing dan Pimpinan Cabang Satuan Karya Pramuka (Saka) Adhyasta Pemilu Kota Padang masa bakti 2025–2030 yang digelar di Aula Bawaslu Kota Padang, Jumat, 30 Januari 2026.
Pelantikan pengurus Saka Adhyasta Pemilu dipimpin langsung oleh Ketua Kwarcab Kota Padang Kak Andree Algamar serta disaksikan oleh Anggota Bawaslu Sumatera Barat, Kak Muhamad Khadafi.
Kak Andree Algamar menyatakan bahwa Pramuka selalu siap untuk berkolaborasi dengan Bawaslu dalam menjaga integritas demokrasi, khususnya dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
“Kami siap bekerja sama dan berkolaborasi. Isu politik uang adalah perhatian bersama, dan Pramuka siap mengambil peran. Ini menjadi sebuah kebanggaan bagi kami,” tegasnya.
Ketua Bawaslu Kota Padang yang dilantik sebagai Ketua Majelis Pembimbing Saka Kak Eris Nanda dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa pengukuhan Saka Adhyasta Pemilu menjadi bagian dari respons terhadap tren penurunan Indeks Demokrasi Indonesia yang terjadi sejak 2023.
Menurut Kak Eris, kondisi tersebut menuntut keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk Pramuka dalam wadah khusus yaitu Saka, sesuai dengan aturan yang ada.
Kak Eris menyebutkan bahwa demokrasi memang menghadapi persoalan, tetapi bukan berarti demokrasi itu buruk. Ia menilai demokrasi yang bermasalah bukan untuk dihilangkan, melainkan diperbaiki dengan menghadirkan tindakan komunikatif, diskursus, dan proses deliberasi.
Lebih lanjut Kak Eris menyampaikan, pelantikan pengurus Saka Adhyasta Pemilu tidak dimaksudkan sebagai kegiatan seremonial semata, melainkan sebagai upaya menghadirkan Pramuka sebagai elemen demokrasi yang aktif, baik di ruang pikir maupun ruang tindakan sosial.
“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Ketua Kwarcab yang telah mengukuhkan Saka Adhyasta Pemilu. Harapannya, Pramuka dapat menjadi pelopor dalam menjaga dan memperbaiki kualitas demokrasi,” ujarnya.
Sementara itu, Anggota Bawaslu Sumatera Barat, Kak Muhamad Khadafi, menekankan bahwa penguatan peran Saka Adhyasta Pemilu harus melampaui sosialisasi kepemiluan dan menyentuh aspek pencegahan pelanggaran pemilu, terutama praktik politik uang.
“Pramuka tidak boleh terlibat politik uang dan berbagai bentuk pelanggaran lainnya. Apa yang sudah dilakukan ini patut dicontoh dan menjadi langkah strategis menuju Indonesia Emas,” ujar Kak Khadafi.
Ia menyebutkan bahwa Kota Padang menjadi titik ke-11 dalam upaya penguatan kolaborasi pencegahan pelanggaran pemilu. Menurutnya, meskipun praktik politik uang sulit dihapus sepenuhnya, kesadaran publik yang terus meningkat akan mendorong pergeseran budaya politik ke arah yang lebih sehat.
“Ke depan, kita berharap proses pergantian kepemimpinan bisa berjalan tanpa politik uang. Tugas kita bukan hanya sosialisasi, tetapi juga pencegahan,” tegasnya.
Tentu saja, pelantikan ini diharapkan mampu memperkuat posisi Pramuka sebagai mitra strategis dalam membangun demokrasi yang berintegritas, partisipatif, dan berkelanjutan di Kota Padang. **
