PRAMUKANEWS.ID — Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Badung, Bali melaksanakan aksi peduli lingkungan Bakti Resik Serentak (Bares) pada Minggu, 22 Februari 2026, tepat pada peringatan Baden-Powell Days ke-169 atau Hari Kepanduan Sedunia.
Kegiatan dilaksanakan serentak pada 6 Kwartir Ranting (Kwarran) Gerakan Pramuka se-Kabupaten Badung, diwujudkan melalui aksi pembersihan lingkungan di sepanjang pesisir pantai.
Adapun pantai yang dimaksud mulai dari Mengening, Canggu, Petitenget, Seminyak, Legian, Kuta, Jimbaran hingga Nusa Dua. Selain itu, para anggota Pramuka juga melaksanakan kegiatan bersih-bersih di sungai, pasar tradisional, serta tempat-tempat ibadah di wilayah masing-masing.
Aksi ini juga melibatkan Gugus Depan (Gudep), serta berbagai pemangku kepentingan sebagai bentuk kolaborasi nyata dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Kegiatan Bares juga menjadi momentum penting dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026.
Ketua Kwarcab Badung, Kak Ketut Suiasa menegaskan bahwa Gerakan Pramuka harus senantiasa hadir di tengah masyarakat sebagai garda terdepan dalam menjaga alam dan mengimplementasikan nilai-nilai Tri Hita Karana.
Menurutnya, harmoni antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan harus terus dirawat. Terlebih lagi, Badung sebagai daerah pariwisata dunia, sangat bergantung pada kelestarian alam dan kebersihan lingkungan.
“Pramuka hadir untuk menjaga alam sebagai bagian dari implementasi Tri Hita Karana. Kebersihan dan kelestarian lingkungan adalah harga terdepan dalam menjaga citra dan keberlanjutan pariwisata,” ujarnya.
Disampaikannya pula, semangat Bares juga menjadi wujud nyata pengamalan Satya dan Darma Pramuka, khususnya dalam menumbuhkan nilai kepedulian dan tanggung jawab terhadap lingkungan.
“Dengan semangat Satyaku Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan, Pramuka Badung membuktikan komitmennya melalui aksi nyata, bukan sekadar slogan,” imbuhnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan semakin meningkat, sekaligus memperkuat soliditas dan peran Pramuka sebagai agen perubahan dalam mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. **
